
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (tengah).
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meminta semua daerah di kawasan tersebut untuk fokus dalam menangani kasus tengkes atau stunting. Hal itu untuk menyiapkan generasi penerus yang sehat mampu bersaing global dengan bangsa-bangsa lain.
Salah satunya diupayakan dengan semua elemen termasuk perusahaan swasta dan BUMN melalui program CSR.
”Kami meminta semua dinas di daerah bersama-sama turut serta fokus menangani stunting. Termasuk di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan),” kata Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum di Cirebon, saat Monitoring dan Evaluasi Aksi Stunting bersama Pemda se-wilayah Cirebon, Selasa (13/6).
Menurut Uu, dengan semua elemen harus berpartisipasi aktif dalam menekan kasus stunting, target Jabar zero stunting akan lebih mudah tercapai. Penanganan stunting merupakan tugas bersama semua stakeholder.
”Semua pemangku kepentingan berperan sesuai bidang masing-masing. Mulai dari mengatasi masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya,” papar UU.
Di setiap daerah di Jawa Barat, telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Tim itu merupakan kolaborasi pemerintah, akademisi, bahkan dari pihak swasta.
”Kami sebagai pemangku kebijakan juga harus fokus menyiapkan generasi masa depan menjadi orang hebat dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Uu.
Dia menambahkan, kasus stunting harus segera diselesaikan, sehingga Monitoring dan Evaluasi Aksi Stunting dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh elemen dalam memberantas stunting. Wagub mendorong seluruh TPPS di wilayah Cirebon melakukan tindak lanjuti hingga ke kecamatan dan desa/kelurahan guna mengingatkan masyarakat mengenai bahaya stunting.
”Ini tugas bersama. Jangan sampai tidak ada tindak lanjut. Ini butuh kolaborasi dari pusat, pemprov, kabupaten/kota dan dukungan perusahaan melalui CSR. Kita ingin stunting diberantas hingga zero case,” ucap Uu.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Jabar Lendra Sofyan mengatakan, monitoring tersebut merupakan amanat presiden terkait percepatan penanganan stunting. Dalam pelaksanaannya dibutuhkan peran perusahaan baik BUMN maupun swasta lewat CSR.
”Diharapkan nanti ada komitmen bersama untuk tindak lanjut percepatan stunting di Jabar. Ada rencana tindak lanjut untuk aksi nyata menuju Jabar zero stunting,” papar Lendra Sofyan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
