
Jhonson Bl Tobing, Ketua RT tempat Daulay tinggal saat menunjukkan rumah Daulay.
JawaPos.com - Wataknya yang keras membuat AHD alias Daulay menjadi sosok yang cukup disegani. Pria yang bekerja sebagai staf PLN salah satu rayon Pekanbaru inipun, tak segan-segan melayangkan tinjunya kepada orang yang tak disenanginya. Bahkan, ia disebut-sebut pernah memukul bosnya sendiri.
"Dia dulunya preman. Dulunya sangat bandel, lalu berubah 360 derajat," ungkap Jhonson Bl Tobing, selaku Ketua RT 01 RW 03, saat mengenang sosok Daulay, Minggu (29/7).
Daulay yang tinggal di Perumahan Kartama Raya, Jalan Kartama, Kelurahan Perhentian Marpuyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau itu, diduga sebagai donatur teroris.
Ia ditenggarai telah mendanai keberangkatan A dan HS, terduga teroris yang ditangkap oleh Polda Sumsel pada 14 Mei 2018 lalu untuk Amaliah membantu kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Bagi warga setempat, laki-laki yang akrab disapa Opung oleh warga setempat, memang dikenal orang yang keras. Namun, ia tak pernah menindas yang lemah. Malah, beberapa kali dia memberikan pasokan listrik gratis bagi beberapa janda di dekat tempatnya tinggal.
"Dia gak pernah mengganggu orang lain. Kalau dia diganggu baru dia marah. Dia itu sangat baik, cobalah tanya dengan warga disini, saya gak nutupin atau bela tapi dia memang dikenal begitu," beber Jhonson tetangga Daulay.
Jhonson cukup mengenal baik sosok Daulay. Sebab dulunya Daulay sering berkumpul dengan warga sekitar saat malam hari. Duduk santai sambil menyeruput kopi, ia juga perokok aktif. Dalam sehari, Daulay bahkan bisa menghabiskan tiga sampai empat bungkus rokok.
Tapi, kebiasaan itu kini telah ditinggal bapak tiga putri itu. Kemungkinan sejak empat tahun lalu. Jhonson tak mengetahui pasti apa penyebab berubahnya sikap Daulay, namun sejak saat itu ia jarang sekali berkumpul dengan warga.
Dia juga tidak ikut kegiatan sosial tempat tinggalnya. Seperti pemilihan ketua RW, yasinan atau pemasangan bendera saat 17 Agustus.
"Dia udah gak merokok lagi. Kalau saya merokok ditegur dia, dibilangnya buat apa bakar uang. Dia rajin Salat Subuh ke masjid, abis itu joging dan mematikan lampu jalan. Dia juga udah enggak percaya riba, semua utang-utang dia dibayarnya. Sosoknya agamis, bahkan hampir bangkrut waktu itu karena bayar utang dia. Hanya tinggal motor aja," kata Jhonson.
Meski telah berubah sikap dan penampilan, namun warga tak menaruh curiga sedikitpun terhadapnya. Sebab, Daulay tak pernah menunjukkan hal yang aneh atau mengarah ke radikal. "Gak pernah dia ngomong soal agama yang sampai mengajak kami untuk aneh-aneh. Dia juga pernah ajak orang masuk rumahnya atau menggelar pengajian," ucap dia.
Perubahan sikap Daulay semakin tampak saat ia bercerai dengan istrinya. Perpisahan mereka hampir setengah tahun lalu. Saat itu Daulay semakin kalem. Sesekali menyapa warga, tapi lebih sering berada di dalam rumah.
Setelah bercerai, Daulay tinggal bersama dengan anak pertama dan bungsunya serta mertuanya. Sedangkan mantan istrinya, tinggal di Jakarta bersama dengan anak keduanya. "Setelah cerai dia pernah cerita, bingung anak dia yang ngurus siapa. Ya kami kasih nasihat cari pendamping baru. Tapi diam saja," ujarnya.
Tak lama setelah perceraian itu, tersiar kabar bahwa Daulay disebut sebagai donatur terduga teroris. Warga setempat mengetahui hal itu tapi tidak pernah mengasingkan Daulay. "Kami sudah tau, tapi kami tidak percaya. Kalau memang benar dia terlibat jaringan itu bisa dikatakan kami kecolongan," ucap Jhonson.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
