
Kepala SMKN 1 Surabaya Bahrun (kiri) meminta maaf kepada tiga siswa yang ditamparnya setelah UAS, Rabu (26/9)
JawaPos.com- Tiga siswa kelas XI jurusan Multimedia SMKN 1 Surabaya berinisial RA, MZ, dan BI mengalami kekerasan fisik di dalam lingkungan sekolah, Rabu(26,9). Mereka ditampar oleh Kepala Sekolah, Bahrun. Parahnya, seorang korban yakni RA, merupakan siswa inklusi.
Insiden itu berawal saat para siswa baru selesai mengerjakan Ujian Tengah Semester (UTS) pada jam pertama pelajaran. Salah seorang guru pengawas meminta sudah selesai agar menunggu di luar kelas.
Saat berada di luar kelas, RA dan beberapa siswa lain malah dibentak oleh Bahrun. Bahrun saat itu memang sedang keliling untuk mengontrol jalanya UTS.
Bahrun kemudian mengecek lembar jawaban para siswa. Dia mendapati beberapa soal sudah terjawab. Bahrun semakin naik pitam. Dia lantas menampar RA, MZ, dan BI tanpa alasan yang jelas.
Kabar penamaparan itu langsung tersebar ke awak media. Orang tua RA, Budi Sugiharto bahkan sempat meminta pertanggungjawaban kepada Bahrun atas perbuatannya.
Beberapa jam setelah kejadian itu, Budi yang didampingi Kapolsek Wonokromo Kompol Rendy Surya Aditama mendatangi SMKN 1 Surabaya. Mereka menemui Bahrun.
Rendy menyatakan kasus penamparan tersebut berakhir damai. Orang tua para siswa tidak membawa masalah tersebut ke ranah hukum. "Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai. Pihak wali siswa, kepala sekolah dan kami sendiri sudah menerima dan menandatangani surat perjanjian bermaterai,” jelas Rendy.
Bahrun mengakui perbuatannya dan langsung meminta maaf. Permintaan maaf itu tidak hanya secara lisan, tetapi juga tertulis. Ada beberapa poin di dalam perjanjian tertulis itu. Salah satunya adalah jaminan keselamatan para siswa agar kekerasan serupa tidak terulang lagi. "Saya menyatakan minta maaf. Saya akui ini baru kali pertama terjadi. Jadi saya jamin tidak akan terulang lagi," tegas Bahrun.
Bahrun menganggap aksi pemukulan yang dilakukannya hanya sebagai proses pembelajaran terhadap siswa. Dia ingin murid didiknya berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan sisa soal ujian yang belum dikerjakan. Sehingga, sekolah yang dipimpinnya punya kualitas yang mumpuni. "Bukan menampar. Istilahnya itu, saya hanya menyenggol pipi kanannya saja. Kami ingin sekolah ini prestasinya bagus," lanjutnya.
Budi sendiri menerima permintaan maaf dari Bahrun. Dia berharap, insiden itu tidak terulang kembali. Baik terhadap putranya maupun siswa lainnya.
Hanya saja, dia berharap kasus tersebut mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya Pemprov harus mengevaluasi dan memberi tindakan tegas kepada Bahrun. Kendati memaafkan, Budi berharap Bahrun mundur dari jabatannya. ”Kami meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengevaluasi. Saya sendiri sempat meminta Bahrun untuk mundur dari jabatan sebagai kepala sekolah,"ungkapnya.
Ditanya kondisi putranya, Budi menuturkan jika Bahrun menampar RA sampai kacamatanya terlepas. Selain itu,RA juga bercerita bahwa Bahrun sempat mencubit, menarik rambut, dan memukul tangan dua siswa lainnya. " Tapi bukan hanya soal penamparannya. Anak saya itu inklusi. Saya takut, psikologisnya terganggu," tutur Budi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
