Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Juni 2018 | 05.13 WIB

KPU Bandung Siapkan 200 Template Untuk Pemilih Disabilitas

Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok - Image

Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok

JawaPos.com - Semua warga Bandung yang memiliki KTP elektronik atau mendapat formulir C6 harus mencoblos dalam pemilihan kepala daera (Pilkada) Serentak yang akan di gelar pada 27 Juni 2018, besok. Tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas pun memiliki hak pilih dalam pesta demokrasi tersebut.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung akan memfasilitasi bagi para penyandang disabilitas, terkhusus bagi tunanetra. Pasalnya KPU Bandung telah menyediakan sebanyak 200 template atau alat bantu mencoblos bagi pemilih tunanetra.


Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok mengatakan alat bantu tersebut tidak hadir di semua TPS di Kota Bandung, melainkan hanya ada di beberapa TPS saja yang tersebar.


"Sebanyak 200 templet untuk tunanetra. Jadi template tersebut hanya ada di TPS khusus yang menyediakan templet dengan ukuran surat suara. Walaupun tidak semua TPS ada, setiap Kecamatan menyediakan," kata Rifqi di Bandung, Selasa (26/6).


Pada Pilkada sebelumnya KPU telah menyiapkan alat bantu tersebut di setiap TPS, walaupun tak semua TPS ada pemilih tunanetra. Namun sekarang ini hanya sekitar 200 TPS saja yang terdapat pemilih tunanetranya. "Perbedaannya hanya ada braille di bawah surat suara," ujarnya.


Dalam proses pencoblosan pun semua dilakukan secara mandiri, termasuk para penyandang disabilitas. Hanya saja, lanjutnya, para tunanetra tetsebut akan didampingi oleh seorang petugas (pendamping). Namun hanya mengantar sampai bilik suara.


"Nanti ada petugas yang mendampingi pemilih tersebut sampai di depan bilik suara, setelah masuk di bilik suara pemilih akan mencoblos secara mandiri," jelasnya.


Dari 1,6 juta lebih pemilih Kota Bandung, 2000 diantaranya merupakan penyandang disabilitas. Dengan keikutsertaan disabilitas diharapkan bisa menambah jumlah atau angka pemilih di Kota Bandung. Karena sebelumnya partisipasi disabilitas dalam pencoblosan dinilai kurang.


"Mudah-mudah dengan diikutsertakan merwka dalam proses demokrasi ini, sehingga mereka tidak golput.
Karena sebelumnya mungkin mereka merasa tidak mewakili atau terwakili," tandasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore