Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 September 2018 | 04.09 WIB

Janjikan Diterima PNS, Oknum Pecatan TNI Tipu Pedagang Cilok di Malang

Teguh (duduk) ditangkap karena mengaku TNI dan menipu warga Gondanglegi. - Image

Teguh (duduk) ditangkap karena mengaku TNI dan menipu warga Gondanglegi.

JawaPos.com- Teguh Cahyono Putro, 49, harus berurusan dengan polisi. Pria asal Tulangan, Sidoarjo itu menipu dengan modus menjanjikan bisa menjadikan PNS di TNI AD.


Teguh ditangkap di rumah kontrakannya, Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang,  Senin (24/9) malam. Oknum pecatan TNI AD itu menipu Sunanik, 46, seorang pedagang cilok yang tinggal di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.


Sunarnik mengenal tersangka sejak 15 tahun lalu. Saat itu, almarhum suaminya masih hidup. Teguh juga masih tercatat aktif sebagai anggota TNI AD.


Awal Mei lalu, Teguh mendatangi rumah Sunarnik. Saat datang, dia mengenakan seragam TNI AD. Pangkat satu melati alias mayor juga melekat di pundak Teguh.


Teguh menceritakan bila ada perekrutan PNS di lingkungan TNI AD. Anak Sunarnik ditawari untuk mengikuti seleksi itu lewat jalan pintas. Teguh mengaku bisa membantu untuk meloloskannya. "Dia datang pakai pakaian dinas lengkap. Saya nggak tahu kalau dia sudah dipecat. Kenalnya dulu waktu masih kerja sebagai tentara," beber Sunarnik di Mapolsek Gondanglegi, Selasa (25/9).


Tergiur dengan iming-iming tersangka, tanpa pikir panjang Sunanik mengiyakan tawaran tersangka. Korban langsung mendaftarkan dua anaknya sekaligus. Dia diharuskan mengisi blanko dan menyerahkan uang Rp 300 juta kepada Teguh. Uang itu adalah syarat agar bisa lolos seleksi.


Namun Sunarnik tak sanggup membayar uang persyaratan Rp 300 juta itu. Dia Cuma bisa membayar Rp 88,7 juta. Itupun dicicil sebanyak tiga kali. Saking berharap dua anaknya jadi TNI, Sunarnik sampai menggadaikan sawah warisan suaminya. "Selama ini saya hanya berjualan cilok untuk mencukupi kebutuhan keluarga," bebernya. 


Setelah menerima sejumlah uang, tersangka menjanjikan kalau kedua anak korban akan mengikuti tes penerimaan PNS di Bandung bulan April tahun depan. Teguh berani menjamin kedua anak korban diterima langsung sebagai PNS. 


Terbongkarnya aksi penipuan itu berawal tanpa sengaja. Salah seorang anak Sunarnik iseng mencari nama Teguh di dunia maya. Betapa kagetnya dia saat tahu ada pemberitaan bahwa Teguh pernah melakoni aksi penipuan serupa.


Tanpa pikir panjang, Sunarnik melapor ke Mapolsek Gondanglegi. Kepada polisi, tersangka mengaku baru menipu sekali saja di wilayah Gondanglegi. ”Kami akan kembangkan kasusnya, apakah ada korban lain atau tidak," tegas Kapolsek Gondanglegi Kompol Mas Akhmad Sujalmo. 

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore