Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Januari 2018 | 03.44 WIB

Pengakuan Korban Selamat Dalam Kecelakaan Speedboat di Sumsel

Kondisi speedboat - Image

Kondisi speedboat

JawaPos.com - Kecelakaan Speedboat atau kapal cepat 'Awet Muda' di Sumsel memberikan rasa trauma kepada korban selamat. Salah satunya bagi Rizal Muchtar, 52 warga Primer Dua Karang Agung, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel.


Ini merupakan kali keduanya menjadi korban dalam kecelakaan. Namun, baginya apa yang terjadi kali ini sangatlah memilukan. Karena ia harus kehilangan tiga keponakannya karena terbawa arus sungai.


Rizal yang bekerja sebagai pegadang sepatu ini mengaku, sebelum digulung ombak kapal yang ditumpanginya mengalami kerusakan patah as pada mesin. Sehingga dari semula dua mesin yang beroperasi menjadi hanya satu mesin saja.


"Kerusakan terjadi setengah jam setelah speedboat jalan," katanya saat ditemui di lokasi pencarian korban hilang, Kamis (4/1).


Speedboat yang ditumpanginya ini berangkat pada pukul 13.30 WIB dari Karang Agung menuju Kota Palembang. Setelah rusak, pengemudi speedboat atau serang memaksa kapal untuk terus berjalan sembari menunggu kapal lain untuk memperbaiki kerusakan tersebut.


"Akhirnya kami berhenti di Lopak, menunggu diperbaikinya mesin," ujarnya.


Pukul 16.30 kondisi kapal kembali normal. Kapal pun langsung melaju kencang meski arus deras. Hingga akhirnya pada pukul 18.00 kapal dihantam ombak yang mengakibatkan moncong kapal patah dan kapal yang penuh dengan penumpang itupun tenggelam. "Kami seisi kapal panik dan keluar dari kapal dengan meloncat," terangnya.


Sebahian penumpang meloncat, ada sebagian penumpang terbawa arus kemudian ada jugapenumpang yang tidak sempat melompat sehingga ikut tenggelam. Pasca kapal tenggelam kemudian kapal kembali terapung dan akhirnya penumpang langsung mendekati kapal sebagai pertolongan pertama.


"Kami hanya berpegang di kapal saja karena tidak ada alat pelampung," ujarnya.


Selama 20 menit akhirnya ada kapal getek melintas dan memberikan pertolongan. Meskipun dirinya selamat. Namun, ketiga ponakannya terseret arus dan sampai sekarang Belum ditemukan.


“Ketika keponakannya itu, Hari, Willi dan Diko,” terangnya.


Menurutnya, salah satu penyebab tenggelamnya kapal karena Serang atau nahkoda kapal mengambil jalur yang terlalu luas. Padahal ada jalur lainnya yang lebih sempit yang biasanya dilewati.


“Biasanya bukan lewat jalur kemarin tapi jalur satu lagi yang agak kecil. Sayan juga bingung kenapa serangnya mengambil jalur tersebut,” tutupnya


Sementara itu Kepala Kantor SAR Palembang, Toto Mulyono mengaku, pihaknya telah melakukan pencarian hampir 10 jam di lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menurunkan 15 anggota Basarnas dibantu dengan Polair, Polres Banyuasin dan lain sebagainya.


“Total anggota dalam pencarian ini sebanyak 50 orang,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Lago, Banyuasin usai melakukan pencarian.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore