Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2018 | 17.15 WIB

Suara Masyarakat Minang: Pisahkan Semen Padang dari Semen Indonesia

Kawasan pabrik Semen Padang - Image

Kawasan pabrik Semen Padang

JawaPos.com - Masyarakat Minangkabau di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menolak PT Semen Padang (PT SP) dijadikan sebagai bagian unit usaha PT Semen Indonesia. Pasalnya lahan tanah yang ditempati Semen Padang itu adalah milik kaum adat Lubukkilangan.


Mereka mengklaim tanah itu diserahkan dulu oleh para leluhur untuk PT Semen Padang, bukan untuk PT Semen Indonesia. Aksi penolakan masyarakat dan niniak mamak Lubukkilangan itu dilakukan dengan sejumlah spanduk di gerbang pabrik Semen Padang, Selasa (2/1). Spanduk tersebut disertai dengan berbagai tulisan.


“HARGA MATI...!!! Pisahkan PT Semen Padang dari PT Semen Indonesia”. Kemudian, “PT Semen Indonesia Jangan Lecehkan Ninik Mamak Kami...!!! Spanduk lainnya bertuliskan “Tanah Ulayat Nagari Lubuk Kilangan Tidak Pernah Diserahkan Kepada PT Semen Indonesia”.


Dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), masyarakat Nagari Lubukkilangan yang terdiri atas tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadik pandai, dan tokoh pemuda membuat tuntutan yang dialamatkan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno dan manajemen PT Semen Indonesia.


Isi tuntutan yang sudah disepakati itu di antaranya PT Semen Padang harus dipisahkan dari PT Semen Indonesia. Sebab BUMN itu telah mengerdilkan masyarakat Minang. PT Semen Indonesia dinilai telah banyak melanggar poin-poin perjanjian.


Selanjutnya, masyarakat juga minta kembali hak-hak dan asetnya karena itu merupakan milik masyarakat Minang, pasalnya PT SP bukan milik PT Semen Indonesia. Tuntutan lainnya berbunyi bahwa masyarakat tidak akan menyerahkan satu jengkal pun tanah PT SP untuk asing.


Ketua Forum Nagari Indarung Darmansyah Siroen mengatakan, sebetulnya persoalan ini bukan berurusan dengan PT Semen Padang, tapi dengan PT Semen Indonesia. “Sebab tanah ini ulayat buat PT Semen Padang, bukan untuk PT Semen Indonesia,” tegasnya.


Dikatakannya, selama ini keberadaan PT SP telah menjadi kebanggan Provinsi Sumbar, bukan milik PT Semen Indonesia. “Hubungan kami dengan PT Semen Padang baik-baik saja. Setelah mendapatkan informasi akan ada pengambilalihan PT Semen Padang oleh Semen Indonesia kita tidak rela, makanya kita menentang PT Semen Indonesia,” ungkapnya.


Darmansyah menjelaskan rencananya manajemen PT Semen Indonesia akan datang ke PT SP hari ini, Rabu (3/1). “Kami ingin dialog dengan manajemen PT Semen Indonesia, apa maksud mereka sebenarnya. Kami butuh penjelasan,” tukasnya.


Apabila tuntutan mereka tidak didengarkan, kata dia, pihaknya akan tetap berada di depan gerbang PT SP. “Akan seperti ini terus, jika tuntutan kami tidak didengarkan. Kalau perlu produksinya dihentikan dulu sementara,” ancamannya.


Sementara itu Penghulu Suku Tanjung Nagari Lubukkilangan, Mulawarman Dt Rajo Intan menambahkan pihaknya tidak mengganggu aktivitas produksi perusahaan, tapi butuh penjelasan dari PT Semen Indonesia.


"Kami tidak mengganggu aktivitas produksi PT Semen Padang. Karena saat ini ada regulasi serba tidak jelas, itu yang ingin kami pertanyakan kepada PT Semen Indonesia,” tambahnya.


Ketua KAN Lubukkilangan Basri Dt Rajo Usali mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat tertulis kepada manajemen PT Semen Indonesia terkait persoalan tersebut, tapi belum ada tanggapan.


"Sehingga puluhan anak nagari melayangkan kekecewaannya dengan memasang spanduk protes. Sampai ada tanggapan dari PT Semen Indonesia, anak nagari Lubukkilangan akan tetap seperti ini. Namun, aksi kami ini damai dan tidak anarkis. Kalau masih tidak ditanggapi, kami akan terus seperti ini,” ungkapnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore