
Ilustrasi barang bukti narkoba
JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dibantu BNN Provinsi Riau kembali melakukan operasi senyap di Kota Dumai, Riau. Sebanyak lima orang pelaku diamankan. Satu pelaku terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Riau, AKBP Haldun membenarkan adanya operasi senyap yang dilakukan pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 14.00 WIB lalu. "Ya benar ada lima pelaku. Ditangkap di Dumai. Tapi ini masih dalam pengembangan. Kita tak dapat mengatakan lebih jauh karena kita hanya membantu," kata Haldun, Minggu (19/8) siang.
Menurut informasi yang dirangkum JawaPos.com, dari penangkapan itu diamankan beberapa bungkus plastik yang berisi sekitar puluhan ribu pil ekstasi warna merah muda. Barang haram ini, diduga dipasok dari negara tetangga, Malaysia.
Dari data itu, ada empat pelaku. Inisialnya K, TE, Z dan AA. Adapun pelaku yang terpaksa ditembak dengan timah panas adalah AA. Selain puluhan ekstasi itu, ada barang bukti lain yang diamankan. Diantaranya, beberapa handphone, kartu identitas, satu unit mobil dan satu unit sepeda motor.
Pengungkapan para pelaku, bermula ketika BNN mendapatkan informasi adanya pembelian ekstasi sebanyak 50 ribu butir dari Malaysia. Barang itu, diduga dipesan oleh seorang narapidana di Lapas Tangerang berinisial A.
Barang haram itu dipesan A melalui K. Ia ditenggarai sebagai jaringan A di Dumai. Rencananya, barang itu akan dikirim ke jaringan A yang ada di Kota Pekanbaru.
Sebelum digagalkan, pada hari itu sekitar pukul 12.00 WIB, petugas mendapat informasi bahwa AA yang menjadi kurir, membawa barang tersebut dari Bengkalis dan akan merapat di pelabuhan tikus di Dumai.
Selanjutnya, sekitar pukul 12.44 WIB, petugas kembali mendapat informasi bahwa AA akan membawa pesanan tersebut kerumah K.
Kemudian, pada pukul 13.40 WIB, diketahui AA telah berada dirumah K. Setelah itu, tepat pukul 14.00 WIB, petugas gabungan langsung mengepung dan melakukan penggrebekan.
Dalam penggrebekan itu, petugas mengamankan barang bukti ekstasi yang dibungkus dalam 1 plastik hitam berisi 3 bungkus plastik transparan, dengan perkiraan sebanyak 30 ribu butir. Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan beberapa unit handphone, KTP dan kartu identitas lain milik ke 4 pelaku, 1 unit mobil Toyota Avanza dan 1 unit sepeda motor Suzuki Skydrive.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
