
Speedboat Anugrah Express yang terbalik di Sungai Kayan ditepikan di sekitar turap Jalan Sabanar Tanjung Selor, kemarin (1/1).
JawaPos.com - Dalam hitungan detik, speedboat Anugrah Express miring ke kanan, lalu terbalik. Marsono, penumpang, bersama 39 orang lain berhasil menyelamatkan diri. Namun, delapan orang lain ditemukan tewas. Sementara itu, tiga lainnya belum ditemukan.
Momen tahun baru yang seharusnya menggembirakan menjadi saat yang menyedihkan bagi korban kecelakaan Anugrah Express. Perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, menuju Tarakan melalui Sungai Sesayap berakhir pilu.
"Saya mendengar benturan keras dari depan. Mungkin kapal menabrak kayu," kata Marsono, penumpang yang menuju Tarakan untuk selanjutnya terbang ke Surabaya, kepada Bulungan Post (Jawa Pos Group). "Setelah itu, suasana dalam kapal sangat panik," lanjutnya.
Novi, saksi mata, menyatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Ketika insiden itu terjadi, dia duduk di teras lantai 2 rumahnya. "Tiba-tiba oleng ke kanan, lalu (speedboat, Red) terbalik," ucapnya.
Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi karena kapal menabrak kayu. "Itu hasil keterangan sementara dari motorisnya (Amir, Red)," ujarnya.
Dia menyebutkan, masih ada tiga penumpang yang dinyatakan hilang dan dicari di sekitar lokasi kejadian. Data di manifest pun masih dicocokkan. "Ada dua penumpang yang masih kami cocokkan karena penumpang anak-anak kadang tidak terdata," imbuhnya.
Terbaliknya Anugrah Express menjadi catatan buruk keselamatan lalu lintas selama periode Natal dan tahun baru kali ini. Padahal, sepanjang momen liburan panjang tersebut, sama sekali tidak ada kejadian menonjol selain tragedi di Pelabuhan Tanjung Selor itu.
Berdasar data Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Anugrah Express mengangkut 48 penumpang. Sebanyak lima penumpang di antaranya anak-anak, sedangkan awak kapal berjumlah tiga orang.
Kapal dengan warna putih kombinasi biru itu melayani rute Tanjung Selor-Tarakan pergi-pulang. Dari dermaga Tanjung Selor, kapal tersebut berangkat pagi, sekitar pukul 08.00 WITA.
Saat kejadian, kapal cepat itu dikemudikan Amir. Seperti biasa, kapal bertolak pada pukul 08.00 WITA. Belum jauh melaju, baru sekitar 200 meter dari dermaga, Anugrah Express menabrak kayu. Kapal dengan bobot 6 GT itu tak lama kemudian terbalik.
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Jhonny R. Silalahi menyebutkan, saat ini tim penyelamat gabungan melakukan evakuasi. Tim itu terdiri atas petugas KPLP Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor, Basarnas, dan Polair.
"Penumpang yang selamat langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan," kata Jhonny.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
