
Kapoltestabes Makassar Kombespol Mokhamad Ngajib (dua kiri depan) beserta jajarannya saat rilis pengungkapan kasus kematian siswa SMP Islam Athira, Jumat (2/6).
JawaPos.com–Jane Riatri Timbonga, ibu kandung korban, BNY, 15, siswa kelas VIII SMP Athira yang tewas diduga bunuh diri, menyatakan, melihat ada beberapa kejanggalan sebelum kematian anaknya itu.
Menjelang kematian anaknya, dia sempat berkomunikasi pada Rabu (24/5) pukul 08.34 wita dan meneleponnya bahwa sudah sampai sekolah. Kendati korban awalnya tidak ingin masuk sekolah dan memberi tahu wali kelasnya dengan alasan sakit, dia akhirnya tetap pergi ke sekolah.
”Waktu itu, dia menelepon, saya bilang kalau memang sudah sampai, tolong foto (swafoto) (untuk) Mama, tapi langsung dia tutup. Sejak itu tidak ada komunikasi lagi. Waktu kejadian, ada chat ditunjukkan Fatimah Kalla, anaknya tidak mau pergi sekolah, tapi tidak saya perhatikan karena fokus anak saya masih di lapangan. Tiga hari setelah kejadian, saya ditunjukkan suami saya, barulah ingat (chat),” ungkap Jane Riatri Timbonga seperti dilansir dari Antara.
Meski demikian, menurut Jane, dari chat media sosial yang dikirimkan pihak sekolah melalui suaminya lalu diperlihatkan, dia menduga ada yang lain, terlihat ganjil dan bahasanya tertata, tidak seperti chat biasanya. Sebab, dia tahu persis karakter tulisan anaknya melalui chat.
”Saya tahu anak saya bagaimana, saya yakin 100 persen bahwa itu bukan tulisan anak saya. Saya tahu anak saya pandainya dan mengikuti saya, sains. Saya tahu anak saya tidak pandai berkata-kata, menyusun kata yang ada di chat itu,” ujar Jane, yang juga guru, sembari meneteskan air mata.
Jane sangat berharap keadilan dan pengungkapan kematian anaknya segera ditegakkan aparat penegak hukum. Walaupun sudah ada kesimpulan dari kepolisian bahwa anaknya diduga bunuh diri, sampai kini pihak keluarga belum menerima sepenuhnya kesimpulan itu.
”Ada banyak kejanggalan dan keganjilan yang belum diselidiki penyidik polisi,” ucap Jane Riatri Timbonga.
Sejauh ini, polisi sudah menyimpulkan bahwa kematian siswa tersebut akibat melompat dari roof top sekolah.
”Dari rangkaian hasil proses penyelidikan, tidak ditemukan unsur pidana. Hasil pemeriksaan dari kita yang dipaparkan, korban diduga melompat, bunuh diri sehingga dilakukan penghentian penyidikan karena tidak ditemukan ada unsur pidana,” ujar Kapolrestabes Makassar Kombespol Mokhamad Ngajib di Makassar, Jumat (2/6).
Selama penyelidikan, lanjut dia, polisi telah melaksanakan secara transparan. Selain itu, juga sudah disampaikan hasil penyelidikan kepada pihak keluarga. Semua hasil dibuka selama proses penyelidikan, begitu pula alat bukti yang diperoleh dan keterangan saksi-saksi sebanyak 24 orang, juga telah diperiksa.
”Bahkan sejak korban ditemukan di lantai dasar beserta rekaman CCTV yang diperoleh dari pihak sekolah maupun CCTV tambahan dari luar sekolah yang didapatkan penyidik, termasuk jejak digital, kronologi motif dugaan melakukan bunuh diri, telah dilakukan pendalaman dengan menyamakan proses pembuktian kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” papar Ngajib.
Saat ditanya apa motif sampai korban berani mengakhiri hidupnya melompat dari roof top di lantai delapan dan apakah ada masalah keluarga atau ada motif lain yang kini menjadi misteri, Kapolrestabes menegaskan tidak ada permasalahan. Mengenai posisi korban sebelum ke sekolah dan berada di Kabupaten Gowa, pengecekan itu dari pihak keluarga melalui GPS. Dari jejak digital proses perjalanan dibuktikan pada pukul 09.25 wita korban sudah ada di sekolah.
”Dari rekam jejak digital yang diperoleh penyidik, sekitar pukul 07.56 wita korban memesan transportasi daring. Kemudian pada pukul 08.01 wita menuju ke Gowa. Pukul 08.21 wita kembali memesan transportasi daring lalu berangkat pukul 08.27 wita dari arah Gowa menuju BTN Pelita Mas Gowa,” terang Ngajib.
”Selanjutnya, pukul 08.48 wita, korban dari arah Gowa menuju sekolah Athira Makassar dan tiba pukul 09.21 wita. Korban lalu masuk ke pintu utama sekolah. Pukul 09.25 wita, korban terpantau CCTV berjalan sendiri menuju musala dan setelah itu tidak terlihat,” tambah dia.
Namun saat menuju tangga lantai delapan, menurut Ngajib, terlihat oleh saksi dan pada pukul 09.44.55 wita, korban ditemukan di lantai dasar di lapangan voli sekolah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
