
Banjir dan longsor Sumatera menyebabkan rumah warga di Sibolga rusak dan tidak layak huni. (Istimewa)
JawaPos.com - Jutaan warga di bagian utara Pulau Sumatera kini tengah berjuang menghadapi dampak bencana banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda sejak akhir November 2025. Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah yang paling terdampak, di mana ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka hancur diterjang material longsor.
Habitat for Humanity Indonesia menyerukan aksi solidaritas nasional untuk mempercepat proses pemulihan hunian bagi para penyintas.
Kondisi Kritis di Sibolga: 57% Rumah Tak Layak Huni
Berdasarkan laporan Rapid Assessment yang dilakukan tim Habitat Indonesia periode 11–21 Desember 2025, tercatat sebanyak 633 unit rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 311 unit di antaranya rusak berat, membuat warga kehilangan perlindungan utama mereka.
Data terbaru dari Joint Needs Assessment (JNA) 2025 bahkan menunjukkan angka yang lebih mengkhawatirkan: lebih dari 57% rumah warga terdampak sudah tidak aman lagi untuk ditinggali. Kondisi ini memaksa ribuan jiwa bertahan di pengungsian dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Saat ini, diperkirakan sebanyak 7.276 jiwa masih berada di pengungsian. Wilayah Sibolga Selatan dan Sibolga Utara menjadi titik paling kritis karena banyak rumah di lereng bukit dan bantaran sungai mengalami kerusakan struktur yang fatal.
Arwin Soelaksono, Program Director Habitat for Humanity Indonesia, menegaskan bahwa rumah adalah prioritas utama dalam pemulihan pascabencana ini. Baginya, rumah bukan sekadar bangunan, namun benteng perlindungan terakhir bagi sebuah keluarga.
"Kami hadir di lapangan tidak hanya untuk mendata kerusakan, tetapi untuk memastikan bahwa mereka bisa kembali ke rumah yang lebih aman, lebih layak, dan lebih tangguh terhadap bencana di masa depan," katanya.
Sebagai langkah nyata, Habitat Indonesia telah menyusun rencana respon kemanusiaan tahun pertama yang menyasar ribuan penyintas. Fokus bantuan meliputi:
- Distribusi Recovery Shelter Kit: Memberikan peralatan pertukangan untuk 1.000 keluarga agar bisa memperbaiki rumah secara mandiri.
- Perbaikan Hunian: Melakukan repair dan penguatan struktur (retrofitting) pada 500 rumah warga.
- Pemulihan Fasilitas WASH: Menyediakan akses air bersih, sanitasi, serta edukasi cara membangun kembali rumah yang lebih aman (build back safer).
- Dukungan Inklusif (GEDSI): Memastikan kelompok rentan seperti perempuan kepala rumah tangga, lansia, dan penyandang disabilitas mendapatkan bantuan tunai serta akses pasar secara aman.
Melalui upaya ini, diharapkan warga Sibolga dan Tapanuli Tengah tidak hanya mendapatkan tempat berteduh, tetapi juga membangun kembali kehidupan mereka dengan fondasi yang lebih kuat terhadap ancaman bencana di masa depan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
