Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juli 2018 | 12.34 WIB

Diduga Tah Tahan Jomblo, Pria 38 Tahun Bunuh Diri

GANTUNG DIRI: Polisi saat melakukan olah TKP di kamar Bambang. - Image

GANTUNG DIRI: Polisi saat melakukan olah TKP di kamar Bambang.

JawaPos.com - Pria berusia 38 tahun bernama Bambang Suryatmojo nekat mengahiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban ditemukan tewas di kediamannya Jalan Tumapel, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.


Peristiwa yang menimpa pekerja kuli bangunan itu terjadi Senin (16/7). Belum jelas apa yang menjadi penyebab pasti. Namun, berdasarkan keterangan yang dikumpulkan kepolisian, korban memiliki masalah keluarga. Bambang juga diketahui telah bercerai dengan istrinya. Diduga, dia stres karena masalah ini.


"Korban ini telah bercerai dengan istrinya. Sebelum ditemukan meninggal dunia, keluarga mengetahui korban kerap murung dan menyendiri," kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni.


Kejadian nahas ini pertama kali diketahui oleh saudara korban, Purnomo, 38. Dia dan istrinya, Yuyun, 32, curiga karena hingga siang korban masih belum keluar dari kamarnya.


Purnomo lantas mengetuk pintu kamar Bambang. Namun tidak mendapatkan jawaban. Curiga, akhirnya dia memastikan kondisi Bambang.


Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ini memastikan keadaan korban dengan cara memanjat genteng. Betapa kagetnya dia, ketika mendapati korban dalam keadaan gantung diri di kamarnya.


Tanpa banyak cakap, Purnomo lantas turun. Bersama dengan Yuyun, dia mendobrak pintu kamar Bambang.


"Kedua saksi kemudian menurunkan tubuh korban yang menggantung. Tali kain yang digunakan untuk gantung diri dipotong," imbuh Farid.


Kejadian ini segera dilaporkan ke Polsek Singosari. Saat diturunkan, kondisi korban diperkirakan sudah meninggal dunia.


Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Saat olah TKP, posisi tubuh korban sudah diturunkan.


Polisi juga menemukan (maaf) sperma yang keluar dari alat kelamin korban serta kotoran dari (maaf) dubur Bambang. Lidah Bambang juga menjulur. Sebagai informasi, keluarnya kotoran dan sperma adalah hal yang selalu ditemui di tubuh mayat korban gantung diri.


Selain itu, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Juga tidak ada tanda penganiayaan. "Leher korban terluka, diduga karena jeratan kain yang digunakan untuk bunuh diri," imbuh mantan Kapolsek Karangploso itu.


Keluarga, lanjut Farid, tidak berkenan mayat Bambang diotopsi. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah.


"Sudah ditegaskan di keterangan tertulis bertanda tangan dan bermaterai," tandasnya.


Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore