
Angin kencang yang melanda kawasan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengakibatkan sebatang pohon tumbang dan menimpang seorang anak.
JawaPos.com - Angin kencang yang melanda kawasan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengakibatkan korban jiwa. Korban tewas bernama Zakira Simahate, 2,5 tahun. Korban tewas dikarenakan tertimpa pohon yang tumbang. Korban sempat mendapatkan perawatan. Namun akhirnya korban meninggal dunia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek mengatakan, kejadian itu terjadi pada Sabtu (14/7) lalu sekira pukul 17.00 WIB. Hari itu angin kencang terjadi dan melanda Kampung Setie, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah.
"Menimpa seorang anak yang sedang bermain di sekitar rumahnya. Yakni Zakira Simahate, merupakan putri dari Darul Aman, warga Kampung Reronga, Kecamatan Gajah Putih," katanya kepada JawaPos.com, Banda Aceh, Senin (16/7).
Korban diketahui mengalami luka parah di bagian kepala dan bahu. Korban sempat dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, untuk mendapat pertolongan medis. Karena keterbatasan alat, korban sempat dirujuk menuju dua rumah sakit yakni RS Muyang Kute dan RS Zainal Abidin Banda Aceh.
"Korban kembali dirujuk ke RS Zainal Abidin Banda Aceh. Namun dalam perjalanan, korban meninggal dunia dan dibawa kembali ke rumah nenek korban di Kampung Setie, Kecamatan Timang Gajah," terang Teuku.
Teuku menjelaskan, jenazah korban kemudian dibawa pulang. Setibanya di rumah duka korban langsung dikebumikan pada Minggu (15/7), sekira pukul 10.00 WIB.
Belakangan, diketaui korban adalah warga Kampung Reronga, Kecamatan Gajah Putih, yang mandah ikut orang tuanya. Tak hanya korban jiwa, angin kencang tersebut juga , menyebabkan sekitar 34 unit rumah dan satu bangunan sekolah ikut rusak.
Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, puluh Kepala Keluarga (KK) terdampak peristiwa itu. "Sementara 35 KK dengan total 84 jiwa. Saat ini petugas mulai mendata korban jiwa, sekaligus membuka posko dan dapur umum. Menyiapkan bantuan masa panik," sebut dia menjelaskan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang menyebutkan, saat ini angin kencang sedang melanda sejumlah daerah di Aceh.
Kasi Data dan informasi BMKG Stasiun Blang Bintang, Zakaria mengatakan, angin kencang sebenarnya sudah terjadi sejak Mei lalu. Ini terjadi, karena posisi matahari sudah di belahan bumi Utara.
"Maka banyak tekanan rendah lebih sering muncul di belahan bumi bagian Utara, maka masa udara di belahan bumi Selatan akan bergerak menuju lowpressure di bumi bagian Utara," kata Zakaria, Selasa (10/7).
Zakaria menjelaskan, adanya pergerakan masa udara tersebut telah menimbulkan atau terjadinya angin kencang. Angin yang timbul rata-rata berkecepatan antara 20-40 Km/Jam dan bahkan bisa terjadi lebih parah.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
