Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 April 2018 | 04.43 WIB

Temui Jokowi, Sopir Truk Ini Nekat Jalan Kaki Mojokerto-Jakarta

JALAN KAKI: Seorang sopir truk, Agus Yuda, 30 nekat jalan kaki dari Mojokerjo-Jakarta untuk menemui Presiden Jokowi, Sabtu (14/4). Niatnya satu untuk memperjuangkan nasib para sopir truk - Image

JALAN KAKI: Seorang sopir truk, Agus Yuda, 30 nekat jalan kaki dari Mojokerjo-Jakarta untuk menemui Presiden Jokowi, Sabtu (14/4). Niatnya satu untuk memperjuangkan nasib para sopir truk

JawaPos.com - Aksi nekat dilakukan oleh seorang sopir truk asal Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Agus Yuda. Pria 30 tahun itu rela berjalan kaki dari Mojokerto sampai ke Jakarta. Agus ingin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan keinginannya.


Agus memulai perjalanannya seorang diri Minggu (8/4) lalu sekitar pukul 11.45 WIB. Dan setelah tujuh hari melakukan perjalanan, Sabtu (14/4) sekira pukul 16.50 WIB Agus memasuki kawasan Solo.


Puluhan rekan Agus sesama sopir sudah menunggu di SPBU ring road Karanganyar. Mereka terlihat begitu antusias dalam memberikan dukungan kepada rekannya yang tengah memperjuangkan nasib para sopir. Setibanya di SPBU pelukan hangat dari rekan-rekan seolah menyeka lelah Agus setelah melalui perjalanan cukup panjang dari Mojokerto.


"Saya ingin memperjuangkan nasib sopir yang selama ini selalu diintimidasi orang tidak bertanggung jawab," terangnya kepada JawaPos.com, Sabtu (14/4).


Tidak hanya itu, pria berambut gondrong dengan postur tubuh kurus itu juga akan meminta Presiden Jokowi untuk lebih memperhatikan nasib para sopir atau driver truk se-Indonesia. Pasalnya, selama ini Agus dan juga rekan-rekannya merasa, pemerintah masih abai terhadap nasib mereka. Sehingga kesejahteraan para sopir pun tidak terjamin.


"Saya akan meminta bapak Presiden Jokowi, sedikit perhatiannya kepada kami, karena Indonesia tanpa driver angkutan barang maka perekonomian indonesia tidak akan jalan atau pun pasti bisa lumpuh," ucapnya.


Menurutnya, selama ini belum ada perhatian pemerintah terhadap para sopir. Padahal mereka punya andil cukup besar dalam menggerakkan roda perekonomian di Indonesia. Dan roda perekonomian itu atau distribusi barang itu bisa berjalan karena adanya peran serta dari seorang sopir.


Kemudian, Agus juga menyampaikan, pemerintah harus menindak tegas aksi premanisme yang selama ini mengganggu perjalanan para sopir truk. Karena, mereka tidak jarang melakukan intimidasi terhadap sopir dan memintai uang keamanan.


"Dan tolong aksi premanisme itu agar ditindak, karena di sini uang saku kami tidak seberapa dan nyawa kami menjadi taruhannya," kata Agus dengan mata berkaca-kaca. Tetapi, perjalanan Agus untuk menyampaikan seluruh keluh kesahnya kepada Presiden Jokowi masih jauh.


Agus memperkirakan, perjalanan sampai ke Jakarta akan memakan waktu hingga 30 hari. Selama dalam perjalanan, Agus tidak membawa bekal banyak. Hanya beberapa potong pakaian yang dibawanya di dalam tas ransel dan juga peralatan komunikasi yang dibawanya di tas selempang.


Di samping tas ransel yang dibawanya, agus membawa serta bendera merah putih. Selain itu, sebuah spanduk kecil bertuliskan rute perjalanannya juga tertempel di badan tas. Apa yang dilakukan Agus ini sempat mendapat penolakan dari sang istri, Siti Alimah.


Tetapi setelah diberikan penjelasan, akhirnya Siti bisa menerima dan memberikan dukungan kepadanya. Termasuk juga dua anak hasil perkawinannya juga memberikan dukungan.


"Alhamdulillah, istri juga memberikan dukungan, dan juga suport dari teman-teman. Kalau malah mari saya istirahat, kadang di Polsek kadang juga di Koramil," tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore