
Kondisi banjir di Kabupaten Sedang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, yang dilanda banjir pada Kamis (27/11) pukul 05.50 WIB. (BPBD Kabupaten Sedang Bedagai)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia pasca bencana banjir dan tanah longsor menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar) kini sudah menyentuh angka 174 orang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkap data tersebut dalam konferensi pers secara daring yang berlangsung pada Jumat petang (28/11). Angka tersebut berasal dari data update dari 3 daerah terdampak bencana di Aceh dan sebagian Sumatera.
”Yang terberat adalah Sumatera Utara yang duluan bencananya, ini hari keempat karena mulai bencananya tanggal 25 November 2025. Setelah itu baru Sumbar, jumlah kabupaten dan kota di Sumbar tak sebanyak Sumut dan Aceh yang terkena bencana,” terang dia.
Data dari Sumut mencatat jumlah korban jiwa sampai petang tadi mencapai angka 116 orang. Itu belum termasuk korban hilang sebanyak 42 jiwa. Suharyanto memastikan bahwa para korban hilang masih dalam upaya untuk dicari dan dievakuasi oleh petugas di lapangan.
”Tentu data ini akan berkembang terus, karena masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus, karena masih dalam proses penanganan yang diindikasikan di tempat longsor yang belum bisa tembus itu kemungkinan ada korban jiwa,” terang dia.
Jenderal bintang tiga TNI AD itu mengungkapkan bahwa di Aceh, korban jiwa sudah mencapai 35 orang. Kemudian 25 korban hilang dan 8 korban dievakuasi dalam keadaan luka-luka. Itu pun baru dari beberapa kabupaten dan kota seperti Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Lhokseumawe.
”Kabupaten dan kota lainnya ini masih proses pendataan, ada beberapa kabupaten dan kota yang masih terputus (aksesnya), baik kita datang dari utara dari Lhokseumawe maupun dari Banda Aceh, itu masih belum bisa tembus sampai seluruh kabupaten dan kota di wilayah Aceh,” bebernya.
Terakhir di Sumbar. Suharyanto menyampaikan bahwa korban jiwa di Sumbar sampai petang ini sebanyak 23 yang meninggal dunia. Kemudian 12 korban hilang dan 4 lainnya mengalami luka-luka. Meski bila dibandingkan dengan Sumut dan Aceh kondisi di Sumbar tidak lebih buruk, lanjut dia, pihaknya tetap memberikan atensi penuh.
”Pengungsi di Sumbar per sore ini terdata 3.900 kepala keluarga, yang agak parah memang di Sumbar di Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, dan Kota Padang,” jelasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
