
Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha. (Istimewa)
JawaPos.com–Keberadaan bandara khusus di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mendapat sorotan dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) beberapa hari lalu. Masalah itu juga mendapat tanggapan dari Abdul Rachman Thaha tokoh muda Sulawesi.
Bandara khusus milik salah satu perusahaan pengolahan nikel di Morowali itu, menurut Abdul Rachman Thaha (ART) harus menjadi perhatian serius. Apalagi Satgas PKH menduga tidak ada pengawasan dan otoritas negara di kawasan PT IMIP tersebut.
”Negara sudah hadir. Harus diusut masalah ini. Apalagi keberadaan bandara khusus tersebut sudah beberapa tahun,” ujar ART melalui keterangan resminya, Rabu (26/11).
Pemerintah harus mengejar dan mempertanyakan kepada pemegang kekuasaan atau kebijakan saat itu. Mengapa hal itu terjadi di Morowali. Tak boleh hanya berhenti pada sekadar temuan.
”Apalagi ini sudah diketahui Menhan. Saya mendukung langkah negara untuk menertibkan,” tandas Abdul Rachman Thaha.
Tidak hanya sekadar menertibkan, menurut dia, mesti ada investigasi terhadap keberadaan bandara khusus di IMIP. ART menduga negara sebenarnya dibiarkan kecolongan untuk kepentingan tertentu.
”Pastinya negara dirugikan. Termasuk daerah kita juga, dalam hal ini Sulteng, khususnya Morowali,” ujar Abdul Rachman Thaha.
Karena itu, dia mendukung temuan ini dibuka. Siapa saja yang terlibat harus bertanggung jawab. Mulai pejabat tingkat pusat sampai ke daerah.
”Mulai gubernur dan bupati, mesti ikut bertanggung jawab. Kejar dan pertanyakan ke mereka kenapa bisa diberikan ruang atau akses seperti itu. Mengutip pernyataan Pak Menhan, tidak boleh ada negara dalam negara,” ucap Abdul Rachman Thaha.
Bahkan, ART menegaskan keberadaan bandara khusus di IMIP Morowali bentuk dari mengkhianati bangsa dan negeri ini. Ada fasilitas spesial di Morowali diberikan kepada pihak swasta.
”Sekali lagi, harus diusut ini. Apa alasan dan latar belakang sehingga ada fasilitas seperti ini,” desak Abdul Rachan Thaha.
Satgas PKH menemukan bandara khusus perusahaan di salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah. Bandara ditengarai beroperasi tanpa aparat pengamanan, bea cukai, hingga Imigrasi.
Satgas PKH menilai situasi bandara khusus itu memunculkan celah negara di dalam negara.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
