
Ilustrasi temuan mayat. (Istimewa).
JawaPos.com–Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) akhirnya menguak fakta baru di balik kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (DLV).
Seorang perwira menengah di Polda Jateng, AKBP B, resmi dijebloskan ke tahanan khusus (patsus) setelah terungkap menjalin hubungan asmara dengan korban. Dosen Untag itu ditemukan meninggal di sebuah kamar hotel di kawasan Jalan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombespol Artanto, membenarkan bahwa AKBP B menjalin hubungan asmara dengan korban seorang dosen Untag sejak lama meski dirinya sudah berkeluarga.
“Sudah (berkeluarga). Kalau inisial D itu masih gadis, masih bujang,” ujar Artanto seperti dikutip dari Radar Semarang, Kamis (20/11.
Artanto juga menegaskan bahwa hubungan asmara keduanya memang berlangsung lama.
“Yang jelas mereka ada komunikasi intens. Dan hubungan asmara itu memang benar. Menurut pengakuan yang bersangkutan dari tahun 2020,” kata Artanto.
Informasi yang beredar menyebut, AKBP B dan DLV bahkan tinggal bersama di satu rumah di kawasan Tembalang. Hubungan di luar pernikahan sah itulah yang menyeret perwira menengah tersebut pada pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KKEP).
Atas pelanggaran itu, AKBP B kini mendekam di patsus Mapolda Jateng selama 20 hari sejak Rabu (19/11) malam.
“Yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran berupa tinggal bersama dengan seorang perempuan berinisial D, tanpa ikatan perkawinan yang sah,” tegas Artanto.
Artanto menambahkan, pelanggaran tersebut masuk kategori berat karena berkaitan dengan kesusilaan dan dinilai mencederai citra institusi. Meski demikian, dia belum memastikan waktu pelaksanaan sidang kode etik maupun sanksi yang berpotensi dijatuhkan, mulai dari penundaan pangkat hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Sementara itu, penyebab kematian DLV belum dapat diungkap. Artanto menyebut penyidik masih menunggu hasil lengkap gelar perkara dan keterangan ahli forensik.
“Kalau hasil otopsi sudah keluar, saya belum bisa memberikan statement karena penyidik harus mengambil keterangan saksi ahli selaku dokter otopsi untuk menjelaskan hasil tersebut,” ucap Artanto.
“Nanti bisa dijelaskan setelah gelar perkara. Kalau sekarang masih parsial dan penyidik belum menuntaskan pekerjaan," tandas Artanto.
Sebelumnya, seorang dosen perempuan ditemukan meninggal di dalam kamar hotel di Jalan Telaga Bodas Raya Semarang Senin (17/11) sekitar pukul 05.30.
Korban diketahui bernama DLL, 35, warga Kedungmundu, Kecamatan Tembalang. Korban berprofesi sebagai dosen salah satu perguruan tinggi swasta di wilayah Kota Semarang.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
