Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 November 2016 | 00.51 WIB

653 Rumah Warga Lamongan di Bantaran Sungai Kebanjiran

TERENDAM: Warga Lamongan yang tinggal di bantaran Bengawan Solo harus menerima kenyataan pahit kebanjiran. - Image

TERENDAM: Warga Lamongan yang tinggal di bantaran Bengawan Solo harus menerima kenyataan pahit kebanjiran.

JawaPos.com- Meski Bengawan Solo meluap dan berstatus siaga merah, genangan banjir di Lamongan masih tergolong minim. Rumah warga yang kebanjiran sebagian besar berada di bantaran Bengawan Solo.



Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, tercatat 653 rumah warga yang tergenang banjir karena luapan Bengawan Solo. ’’Rumah warga itu umumnya langganan banjir setiap musim hujan karena berada di bantaran Bengawan Solo yang memang tidak boleh ditinggali. Jadi, secara umum, sebenarnya belum ada banjir di Lamongan,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Suprapto.



Menurut dia, rumah warga yang terendam banjir tersebut berada di Kecamatan Babat, Laren, dan Glagah. ’’Ketinggian genangan rata-rata sekitar 10 sentimeter,’’ imbuhnya.



Prapto menjelaskan, genangan banjir itu hampir semua disebabkan luapan air Bengawan Solo yang menggenangi bantaran sungai. Luapan Bengawan Solo berasal dari air kiriman di wilayah hulu yang intensitas hujannya tinggi.



Sementara itu, nyaris belum ada genangan banjir di luar bantaran sungai. Hal tersebut dibuktikan dengan belum dioperasionalkannya pompa banjir di Kecamatan Babat maupun di pintu air Kuro, Karangbinangun. ’’Sebab, memang belum ada genangan banjir sehingga pompa banjir belum perlu dioperasionalkan,’’ katanya.



Dia menuturkan, pompa banjir di Babat berkekuatan 1.500 liter per detik baru dioperasionalkan kalau kawasan Kecamatan Babat dan sekitarnya mulai tergenang banjir. Sementara itu, pompa banjir di Kuro berkekuatan 3.000 liter per detik harus diaktifkan kalau kawasan Bengawan Jero yang meliputi enam kecamatan tergenang banjir.



’’Banjir di Bengawan Jero serta Kecamatan Babat dan sekitarnya biasanya terjadi karena curah hujan lokal. Sebab, saat ini curah hujan di Lamongan tergolong rendah sehingga belum terjadi banjir di dua kawasan langganan banjir tersebut,’’ jelasnya. (feb/yan/c22/end)



Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore