
Dai, 71, warga Kampung Jomblang, Candisari, tengah menjaga lapak hewan kurban dagangannya
JawaPos.com -- Jelang perayaan Idul Adha yang jatuh dalam beberapa hari ke depan, sejumlah pedagang di banyak titik pinggir jalan di Kota Semarang mulai nampak memajang kambing beserta sapi mereka untuk dijual sebagai hewan kurban. Satu diantaranya adalah kawasan sepanjang arah timur pertigaan Jl. Tentara Pelajar, yang sudah sejak lama dikenal dengan sebutan Pasar Kambing.
Dinamakan Pasar Kambing, menurut Yusuf Junaedi, 53, warga Jalan Cinde Selatan 1, Jomblang, Candisari, lantaran lokasi tersebut selama ini dikenal sebagai tempat atau pusat penjualan kambing. Bahkan, bukan hanya jelang perayaan Idul Kurban saja, akan tetapi tiap harinya pasar itu aktif menjadi titik aktivitas jual beli hewan bertanduk itu.
"Tapi itu dulu mas. Pasar tempat jual beli kambing itu sudah nggak ada lagi. Ya sebenarnya hanya lahan luas tempat dagang kambing. Dulu dari pertigaan Tentara Pelajar ini memanjang ke timur, terus ke utara sampai Java Mall itu juga," ujarnya saat ditemui di gang dekat rumahnya, Selasa (14/8).
Memang, dilihat dari sisi manapun, lahan kosong tempat jualan kambing tadi sudah tak dapat ditemui. Sejauh mata memandang, hanya ada beberapa bangunan kokoh yang dipergunakan sebagai ruko.
"Sudah sejak tahun 1995 kalau tidak salah. Sekarang jualannya ya cuma di pinggir jalan saja dan kalau mau Idul Adha saja. Tapi memang nama Pasar Kambing sudah terlanjur melekat," sambungnya.
Sebagai penguat ucapannya tadi, Yusuf pun menunjukkan sebuah patung setinggi satu meter berbentuk kambing sebagai penanda kawasan tersebut yang dibangun di sisi tenggara Jl. Tentara Pelajar. Dan ada memang, akan tetapi terlihat tak terawat, terabaikan di antara tiang-tiang listrik, lalu lintas, serta spanduk yang menjulang.
Hilangnya keberadaan Pasar Kambing yang diketahui telah ada sejak tahun 70an, seperti dikisahkan Yusuf, turut berdampak pada nasib para pedagang yang biasa berjualan di sana. Banyak dari warga Kampung Jomblang yang kemudian beralih profesi, menyisakan sedikit diantaranya untuk meneruskan bisnis dagang jual beli hewan kurban milik pendahulu di keluarga mereka.
"Tapi banyak juga yang dulu jualan di Pasar Kambing yang bukan warga Jomblang pada nyebar jualannya. Ada yang di Tlogosari, Pamularsih, sekitar MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah) mana lagi banyak. Yang di sini cuma tinggal tiga atau empat, nerusin usaha bapaknya rata-rata, seperti saya ini, bantu lapak ibu saya. Tapi ya banyak sudah jadi buruh, karyawan swasta," akunya.
Ketiadaan tempat dan berpencarnya para pedagang ini lah yang kemudian disebutkan Dai, 73, warga Jomblang pedagang hewan kurban lainnya sebagai faktor utama di balik surutnya hasil penjualan mereka. Pembeli, menurutnya, sudah tak menjadikan kawasan bekas Pasar Kambing sebagai jujukan lagi.
"Pasca itu, kita sudah tidak diperbolehkan lagi jualan di pinggiran jalan. Ada sih yang masih jualan tiap hari, tapi ditaruh di sekitaran rumahnya saja. Pendapatan jelas turun, bahkan sejak nggak bisa dagang kambing tiap hari, saya jadi buruh bangunan," katanya di lokasi tak jauh dari lapak Yusuf.
Ia mengaku dari hasil jualan hewan kurban jelang Idul Adha ini, dirinya bisa meraih keuntungan sekitar Rp 100 ribu per satu ekor. Mendapat Rp 150 ribu, baginya sudah sangat maksimal dari seekor kambing yang ia jual seharga Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta per ekornya.
Meski dalam minggu-minggu ini kambingnya baru sebatas dilihat lihat para calon pembeli, namun Dai cukup yakin bahwa dagangannya akan ludes mendekati Hari-H Idul Adha nanti. "Kalau tahun-tahun kemarin ya gitu, sekarang yang beli baru cuma lihat-lihat saja," tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
