
Tampang salah satu tersangka kasus pembunuhan satu keluarga di kabupaten Indramayu. (Sandi Nugraha/Jabar Ekspres)
JawaPos.com - Dua orang berinisial R, 35, dan P, 29, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Indramayu. Peristiwa yang menewaskan lima orang sekaligus, termasuk seorang bayi, itu ternyata diotaki oleh seorang residivis.
Dikutip dari Jabar Ekspres (JawaPos Group), Dirreskrimum Polda Jabar Kombespol Ade Safari mengungkapkan, tersangka berinisial R merupakan otak dari aksi keji tersebut. R ternyata seorang residivis kasus penganiayaan berat.
"Jadi untuk kejahatan yang dilakukan oleh dua tersangka saudara R dan P, itu salah satunya adalah mantan residivis berupa pasal penganiayaan yang mengakibatkan luka berat," ujarnya, Rabu (10/9).
R diketahui mengajak P, 29, untuk ikut dalam aksi pembantaian keluarga di Jalan Siliwangi No. 52, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu.
"Untuk (tersangka) yang P nya, belum pernah (ditahan) karena baru diajak sekali (oleh R)," jelas Ade.
Polisi berhasil mengungkap kasus ini setelah Ditreskrimum Polda Jabar melakukan backup penyelidikan yang ditangani Polres Indramayu. Tim INAFIS diturunkan untuk mengidentifikasi penyebab kematian korban.
"Karena ini perlu dilakukan karena dengan scientific investigation kita berhasil menemukan dua sidik jari yang identiknya dengan para tersangka ini," ungkap Ade.
Setelah sidik jari ditemukan, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap R dan P. Usai dibekuk, kedua pelaku pun mengakui perbuatan keji mereka.
"Setelah itu kita lakukan pengejaran, dan pengakuan dari para tersangka pun betul (telah melakukan pembunuhan)," tegas Ade.
Dalam kesempatan itu, Kabidhumas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan detail mengerikan terkait aksi para pelaku.
"Modus para pelaku ini sangat keji. R memukul kepala empat korban dengan pipa besi (hingga meninggal). Sementara P, menenggelamkan bayi ke dalam bak mandi. Dan setelah itu, mereka mengubur seluruh korban dalam satu liang di belakang rumah," ucap Hendra di Mapolda Jabar, Selasa (9/9).
Kasus ini berawal dari laporan polisi pada 2 September 2025. Tak butuh waktu lama, Polda Jabar dan Polres Indramayu berhasil membekuk dua tersangka dan mengungkap kejahatan yang mengguncang warga Indramayu itu.
Usai membunuh korban, keduanya membersihkan rumah korban agar seolah tidak terjadi apa-apa. Hal ini dilakukan untuk mengecoh aparat kepolisian.
"Jadi setelah selesai melakukan aksinya. Yang bersangkutan ini (para pelaku) langsung merapikan dari kondisi rumah korban (lokasi kejadian)," ujar Hendra.
Tak berhenti di situ, pelaku juga menghilangkan berbagai barang milik korban, termasuk mobil Corolla, untuk menghapus jejak kejahatannya. Setelah itu mereka melarikan diri ke sebuah hotel.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
