
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menutup program pendidikan siswa di Sarang Petarung Korps Marinir, Cilandak, Jaksel, pada Senin (11/8). (Dispen Korps Marinir)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi soal meninggalnya seorang balita bernama Raya, 3, dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing di Sukabumi.
Melalui akun instagram pribadinya, Dedi Mulyadi mengaku sangat prihatin dan kecewa atas kelalaian aparatur desa yang gagal menjalankan fungsi pelayanan dasar.
"Saya menyampaikan prihatin, rasa kecewa yang sangat dalam, serta permohonan maaf atas meninggalnya seorang balita berusia 3 tahun yang tubuhnya dipenuhi cacing," ujar Dedi, dikutip JawaPos.com, Rabu (20/8).
Dedi menyebut, berdasarkan keterangan dokter, Raya menderita cacingan akut. Kondisi keluarga yang sangat rentan memperparah keadaan. Ibunya mengalami gangguan kejiwaan, ayahnya mengidap TBC, sementara Raya sehari-hari dirawat oleh neneknya.
"Sejak balita, ia terbiasa berada di kolong rumah bersama ayam dan kotoran. Tangannya jarang dicuci, sehingga memungkinkan cacing masuk ke tubuhnya," jelas Dedi.
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu menilai, kasus ini mencerminkan gagalnya fungsi pelayanan dasar di tingkat desa. Ia menyoroti tidak berjalannya Posyandu, PKK, hingga layanan kebidanan.
"Fungsi-fungsi pokok pergerakan PKK-nya tidak berjalan, Posyandu-nya tidak berjalan, dan fungsi kebidanannya tidak berjalan," tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Dedi telah mengirim tim untuk menjemput keluarga Raya agar mendapat perawatan. Ia juga meminta seluruh aparatur pemerintahan lebih peka terhadap kondisi masyarakat.
"Ini perhatian bagi kita semua. Jangan hanya ribut ketika peristiwanya sudah terjadi," imbuhnya.
Video 9 Detik yang Viral
Kasus Raya mencuat setelah video berdurasi sembilan detik yang memperlihatkan tubuhnya dipenuhi cacing viral di media sosial. Video berwatermark lembaga sosial Rumah Teduh itu menyebar cepat di Facebook dan WhatsApp, memicu keprihatinan publik.
Dikutip dari Radar Sukabumi (JawaPos Group), Plt Camat Kabandungan Budi Andriana membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengklaim pihak kecamatan sudah membantu keluarga, termasuk mengurus administrasi kependudukan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Bersama pihak desa, kami juga sempat memperbaiki rumah keluarganya," ujar Budi.
Namun, ia menilai pola asuh keluarga yang tidak optimal turut memperburuk kondisi Raya. "Sejak kecil, almarhumah sering dibawa ke gunung untuk mencari kayu bakar. Ketika ada keperluan administrasi, keluarga sering menghilang, sehingga menyulitkan proses penanganan," jelasnya.
Terkait video yang beredar, Budi menyayangkan penyebarannya. "Pemerintah kecamatan maupun desa tidak pernah menyebarkan video tersebut," tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022