
Ilustrasi penganiayaan terhadap anak.(Pexels/Karolina Grabowska)
JawaPos.com-Nasib tragis dialami oleh seorang balita perempuan asal Sidoarjo berinisial RN, 3,5 tahun. Ia meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri.
Terduga pelaku adalah ayah kandung korban berinisial ARY, 26 tahun, warga Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kediamannya pada Jumat (6/3).
Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistyono mengatakan, sebelum dinyatakan meninggal dunia korban sempat dibawa oleh tetangga ke bidan desa karena mengalami kejang-kejang.
“Sekitar pukul 06.00 WIB, terduga pelaku meminta bantuan kepala dusun untuk mengantar anaknya ke bidan desa karena kejang-kejang,” tuturnya dikutip dari Radar Sidoarjo, Jawa Pos Group, Jumat (6/3).
Setelah melakukan pemeriksaan awal, bidan desa menyarankan korban segera dibawa ke RSUD Sidoarjo Barat. Kondisinya dinilai cukup serius sehingga memerlukan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.
Sayangnya saat sampai di rumah sakit, nyawa korban tak terselamatkan. “Sesampainya di RSUD Sidoarjo Barat, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh petugas medis,” sambungnya.
Kemudian jenazah korban dipulangkan ke rumah duka di Dusun Gembongan, Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo. Saat itu, terduga pelaku sempat melarang warga sekitar untuk melihat kondisi jenazah korban.
Gerak-gerik dan larangan dari terduga pelaku justru membuat warga sekitar curiga dan melapor ke polisi. Anggota Polsek Balongbendo pun datang ke rumah duka dan menemukan sejumlah luka memar pasa bagian tubuh korban.
“Anggota kami melihat terdapat beberapa luka memar pada tubuh korban, di antaranya di bagian dahi, bibir, dada, perut, dan paha," beber Kompol Sugeng. Mulanya terduga pelaku mengelak.
Namun setelah diinterogasi lebih lanjut oleh petugas Polsek Balongbendo, terduga pelaku akhirnya mengakui bahwa ia telah menganiaya anak kandungnya sendiri dengan menggunakan tangan kosong.
“Terduga pelaku mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban dengan tangan kosong. Saat ini pelaku sudah kami amankan di Polsek Balongbendo untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.
Polsek Balongbendo berkoordinasi dengan Unit Inafis serta Unit PPA Polresta Sidoarjo untuk mengidentifikasi korban. Setelah itu, jenazah dibawa ke RS Pusdik Gasum Porong guna menjalani visum.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga telah mengalami kekerasan sejak sehari sebelumnya. Saat itu, terduga pelaku disebut meninggalkan korban sendirian di rumah hingga keesokan pagi korban mengalami kejang-kejang.
“Kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Balongbendo bersama Unit PPA Polresta Sidoarjo untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tukas Kaposek Balongbendo. (*)
