
Polisi mengamankan bentrokan antar warga di kawasan Hunuth Ambon (Dedy Azis/Antara)
JawaPos.com–Ratusan aparat keamanan gabungan berhasil meredam situasi bentrok di Negeri Hunuth Kecamatan Teluk Ambon (Kota Ambon) pada Selasa (19/8). Aparat membuka barikade jalan pasca bentrokan antar warga di kawasan tersebut.
”Ini berkat kesigapan dari aparat keamanan TNI bersama Polri yang diterjunkan sebanyak 350 personel untuk melakukan pengamanan," kata Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease Kombespol. Dr. Yoga Putra Prima Setyo seperti dilansir dari Antara di Ambon, Selasa (19/8).
Pengerahan ratusan personel gabungan ini juga dihadiri langsung Dansat Brimob Polda Maluku, Dirbinmas Polda Maluku, Karo Ops Polda Maluku, Dandim 1504 Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, sudah berada di tempat kejadian perkara langsung meredam situasi dan massa.
”Aparat kepolisian juga membantu mengevakuasi warga dan menyelamatkan mereka yang terjebak dalam tawuran,” jelas Kasi Humas Polresta Ipda Janet Luhukay.
”Saat ini blokade jalan sudah dibuka. Warga berhasil dievakuasi oleh aparat keamanan satuan Brimob, Samapta dan Polresta Ambon dan menyelamatkan warga yang terjebak dalam tawuran,” imbuh dia.
Polisi juga akan menindak tegas pihak terkait yang melakukan tindak pidana yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia dan memicu bentrokan tersebut. Wali Kota dan Ketua DPRD Ambon langsung tanggap dan mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
”Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Ambon mengerahkan mobil pemadam kebakaran yang cepat bisa memadamkan api,” tandas Janet.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Persoalan ini bermula dari tawuran antar pelajar yang menyebabkan seorang siswa meninggal dunia dan berujung pengerahan massa hingga memicu bentrokan antar warga.
Sementara itu, 350 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan untuk mengamankan bentrokan antar warga yang terjadi di Negeri (Desa) Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
”Total 350 personel gabungan TNI-Polri sudah berada di lokasi untuk meredam situasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Semua persoalan serahkan kepada pihak kepolisian,” ungkap Janet.
Janet menegaskan, saat ini aparat keamanan terus melakukan langkah preventif dan patroli guna mencegah bentrokan susulan. ”Situasi saat ini sudah terkendali. Kami minta masyarakat agar tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi,” ungkap Janet.
Saat ini pihaknya bersama Pemerintah Kota Ambon pun tengah mendata sejumlah kerusakan akibat bentrokan antar warga tersebut.
Dia mengungkapkan seorang anggota Samapta Bripda Wisnu mengalami luka akibat lemparan massa saat proses pengamanan berlangsung. ”Saat ini yang bersangkutan dalam perawatan medis,” tambah Janet.
Hingga Selasa (19/8) petang, aparat gabungan masih bersiaga di kawasan Hunuth untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan masyarakat dapat beraktivitas kembali secara normal.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
