
Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr Moh Adib Khumaidimelantik pengurus IDI Riau masa bakti 2023-2026, di Pekanbaru.
JawaPos.com–Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (Ketum PB IDI) Moh Adib Khumaidi meminta IDI Riau ikut menolak RUU Kesehatan Omnibus Law. Satu di antaranya karena memuat ketentuan praktik aborsi pada usia kehamilan 14 minggu.
”Penolakan dilakukan karena umur kehamilan 14 minggu atau 3,5 bulan sudah cukup besar dan tindakan keamanan aborsi diragukan lantaran semakin lama usia kehamilan akan semakin berbahaya,” terang Adib Khumaidi di Pekanbaru, Senin (15/5).
Moh Adib Khumaidi pada Minggu (14/5), melantik Pengurus IDI wilayah Riau masa bakti 2023-2026 di Pekanbaru.
Adib Khumaidi mengatakan, jika praktik aborsi diperbolehkan akan berdampak pada hal lain. Yakni terjadinya peningkatan angka kriminalitas.
Karena itu, pihaknya meminta IDI Riau ikut mendorong agar RUU Kesehatan diurungkan. Selain itu, poin-poin yang perlu dikaji kembali juga perlu musyawarah bersama.
”Harapan kami, poin-poin yang tidak sesuai di RUU Kesehatan Omnibus Law supaya dibahas lagi dengan kami para tenaga kesehatan dan berbagai pihak,” tutur Adib Khumaidi.
Kendati demikian, dia meminta seluruh pengurus yang dilantik untuk tidak melakukan aksi mogok pelayanan. Jangan sampai malah membuat kisruh di masyarakat.
”Kepada para pengurus saya harapkan agar lebih solid lagi karena ini yang kita butuhkan sekarang. Dalam kepengurusan IDI 2023, jumlahnya banyak, mulai dari akademisi, dokter pengusaha dan juga spesialis, serta orang yang berkecimpung di politik ataupun organisasi masyarakat, kami ajak berhimpun di IDI,” papar Adib Khumaidi.
Selain itu, menurut dia, pengurus harus menunjukkan bahwa IDI Riau tetap solid dan kompak untuk mengatakan stop pembahasan RUU Kesehatan Omnibus Law.
”Sebab ini yang menjadi satu dasar yang sangat kuat terlepas dari ikhtiar yang dilakukan apakah berhasil atau tidak, kita serahkan pada Allah subhanahu wa ta ala,” ucap Moh Adib Khumaidi.
Ketua IDI Riau terpilih adalah dr Marhan Effendi. Tercatat Riau menjadi IDI wilayah yang paling banyak pengurusnya se-Indonesia.
IDI dibentuk mulai dari 1950. Tahun ini adalah hari bakti dokter Indonesia yang ke-115 yang Allah akan diperingati setiap 20 Mei.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
