Tangkapan layar video viral keluarga pasien paksa nakes buka masker di Banyuasin. (TikTok @cctvceletbelet)
JawaPos.com-Kasus pemaksaan pelepasan masker terhadap seorang dokter di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengundang perhatian publik dan menjadi sorotan di media sosial.
Peristiwa ini terekam dalam video berdurasi 41 detik yang memperlihatkan keluarga pasien bersikap arogan terhadap tenaga medis yang kini berujung pada laporan polisi.
Kejadian bermula ketika Dokter Syahpri Putra Wangsa, SpPD, KGH, FINASIM, yang merupakan spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan ginjal hipertensi di RSUD Sekayu tengah memeriksa pasien di ruang perawatan infeksius.
Salah satu anggota keluarga pasien sambil merekam tiba-tiba meminta dirinya melepas masker yang dikenakan untuk menjelaskan pelayanan yang dianggapnya kurang memuaskan terhadap ibunya.
Permintaan tersebut ditolak secara halus karena melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit. Namun, situasi memanas ketika seorang anggota keluarga pasien lain memegang bagian belakang leher dokter dan memaksanya membuka masker. Meski masker akhirnya terlepas, tindakan itu dilakukan di bawah tekanan fisik.
Keluarga pasien itu tetap meminta penjelasan Dokter Syahpri tanpa memakai masker.
"Buka masker kamu, dokter apa kamu jelaskan! Ini kami di ruang VVIP paling layak. Ibu saya sudah tiga hari dirawat, dokter ini cuma melihatkan hasil rontgen. Kamu belum tau kita, hah?!" ucap orang dalam video.
Tanggapan IDI
Terkait hal itu, Ketua Badan Hukum Pembela Profesi dan Advokasi (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Muba, dr Zwesty Devi, mengecam keras kejadian ini.
“Tindakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan, apalagi secara fisik, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegasnya, Rabu (13/8) dikutip dari Radar Solo.
Ia menambahkan bahwa dokter adalah garda terdepan layanan kesehatan, bukan pihak yang seharusnya menjadi korban kekerasan.
IDI Muba, lanjut dr. Zwesty, memberikan pendampingan hukum penuh kepada Dokter Syahpri dan mendukung langkahnya melaporkan kasus ini ke Polres Musi Banyuasin.
Laporan polisi
Setelah kejadian itu, didampingi pihak RSUD Sekayu dan IDI Muba, Dokter Syahpri Putra Wangsa membuat laporan resmi ke Polres Muba. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa langkah hukum ini diambil untuk memberikan efek jera dan mencegah aksi kekerasan serupa terhadap tenaga medis lainnya di masa depan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
