
Menggambar bersama penutupan pameran Hikayat Gambar di Creative Center kawasan Gedung Negara Kota Cirebon.
JawaPos.com–Kegiatan pameran Hikayat Gambar berakhir pada Sabtu (13/5). Penutupan ditandai dengan menggambar bersama diikuti peserta pameran, pelajar, dan masyarakat umum di Creative Center kawasan Gedung Negara Kota Cirebon.
Ketua panitia pelaksana Iskandar Abeng mengatakan, penutupan menggambar bersama dengan gembira dimaksudkan agar semua mendapat energi positif dalam menghasilkan karya. Diharapkan tetap produktif berkarya dan mampu mengapresiasi.
”Ini sebagai awal. Mudah-mudahan setelah ini makin bertambah semangat pekerja seni dalam berkarya. Dan masyarakat makin bergairah memberi apresiasi terhadap karya seni,” papar Abeng.
Dia menjelaskan, selanjutnya akan ada kegiatan lain bersama komunitas yang terkait ekonomi kreatif. Sehingga fasilitas yang sudah diberikan Pemprov Jabar bisa dimanfaatkan maksimal.
”Dengan begitu diharapkan pemprov meningkatkan dan melengkapi fasilitas yang masih kurang di Creative Center,” terang Abeng.
Abeng juga berharap, ada tindak lanjut nyata setelah kegiatan pameran itu. Misalnya pemerintah memfasilitasi, membuat kebijakan, atau anggaran untuk mendukung para seniman dan pelaku ekonomi kreatif.
”Pemerintah bisa membuat kebijakan misal dengan memberdayakan seniman untuk mengisi ruang-ruang dengan karya. Misalnya di hotel, kantor instansi dan perusahaan swasta dihias dengan karya para seniman Cirebon. Misal lukisan, instalasi, dan lainnya,” jelas Abeng.
Dengan begitu lanjut dia, akan tercipta hubungan yang saling menguntungkan. Seniman bisa berkarya dan menghasilkan, masyarakat mengapresiasi, juga melestarikan dan menampilkan kearifan lokal.
”Ini menggerakkan ekonomi dari pelaku usaha dan industri kreatif. Jadi perlu duduk bersama untuk membangkitkan ekonomi kreatif yang punya banyak potensi di Cirebon ini,” ucap Abeng.
Dia berharap semua elemen tetap solid menjaga semangat. Seniman tetap produktif berkarya menggerakkan ekonomi kreatif. Pemerintah memberi dukungan penuh demi kebangkitan ekonomi khususnya ekonomi kreatif.
”Potensinya besar. Pasarnya ada. Yakin ini bisa menghidupkan kembali ekonomi yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19,” ujar Abeng.
Sementara itu, William Antonio, praktisi desain grafis asal Venezuela menyebut, semua lukisan yang dipamerkan bagus-bagus. Karya-karyanya dari berbagai style atau gaya.
”Ada abstrak, realis, dan lainnya. Dari karya seniman muda (pelajar) sampai seniman senior. Ini sangat kaya,” terang William Antonio.
Dia menjelaskan, ada lukisan yang bisa dinikmati atau dilihat dari jarak yang agak jauh. Ada pula yang perlu dilihat dari jarak dekat untuk melihat detail.
”Karya-karyanya sangat bagus. Banyak gaya, variatif. Mereka berpotensi,” ujar William Antonio.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
