Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 20.12 WIB

KNKT Mulai Investigasi Penyebab Kecelakaan Laut Kapal Tunu Pratama Jaya

Ketua KNKT Soejanto Tjahjono di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (4/7). (Novi Husdinariyanto/Antara) - Image

Ketua KNKT Soejanto Tjahjono di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (4/7). (Novi Husdinariyanto/Antara)

JawaPos.com–Komisi Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT mulai melakukan investigasi terkait tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di lintasan Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) - Pelabuhan Gilimanuk (Bali).

KMP Tunu yang mengangkut sebanyak 53 orang penumpang dan 12 ABK/kru serta 22 unit kendaraan itu mengalami kecelakaan laut dan tenggelam di Selat Bali, pada Rabu (2/7) sekitar pukul 23.35 WIB. Kapal bertolak dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 22.56 WIB.

”Kami akan memulai investigasi dari kapal berangkat, karena saat hendak berlayar kapal mendapatkan surat persetujuan berlayar atau SPB (dari pihak berwenang)," kata Ketua KNKT Soejanto Tjahjono dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, seperti dilansir dari Antara, Jumat (4/7).

Investigasi terkait surat persetujuan berlayar atau SPB itu, kata dia, penting untuk mengetahui apakah persyaratan mendapatkan SPB sudah terpenuhi atau tidak. ”Mulai dari kelaikan kapal, dokumen, dan lainnya, itu akan kami cari tahu dan mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Soejanto Tjahjono.

Selain itu, lanjut dia, petugas dari KNKT juga akan investigasi terkait bagaimana pelaksanaan tanggap darurat ketika terjadi kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya.

”Ketika kapal sudah berangkat atau berlayar dan terjadi kecelakaan, di kapal itu sebenarnya sudah dilatih tanggap darurat, kami juga sudah mengumpulkan bukti-bukti video yang tersebar di media sosial,” terang Soejanto.

Menurut dia, KNKT punya tugas melakukan investigasi untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya di lintasan Ketapang-Gilimanuk pada Rabu (2/7) malam tersebut.

”Namun dalam operasi SAR ini kami saling membantu melakukan pencarian korban yang selamat maupun yang meninggal. Jadi apa yang dilakukan KNKT adalah menginput informasi dan koordinasi dengan tim SAR, dan setelah SAR selesai baru sepenuhnya kami melakukan investigasi lanjutan,” tutur Soejanto Tjahjono.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada KNKT untuk melakukan investigasi penyebab kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.

”Mengenai penyebab kecelakaan laut kami menyerahkan kepada KNKT sesuai tugasnya untuk melakukan investigasi,” kata Menhub Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/7) malam.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore