
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengeluarkan kebijakan bahwa masing-masing kelas pada tiap sekolah negeri bisa menerima siswa hingga 50 orang. Langkah ini bertujuan untuk mencegah angka putus sekolah bagi anak di Jawa Barat.
Meski begitu, demi mencegah membludaknya jumlah siswa pada satu kelas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kebijakan ini bersifat sementara. Pada tahun ajaran berikutnya, Pemprov Jawa Barat akan membangun ruang kelas baru.
“Dalam tahun ajaran berikutnya, dalam semester berikutnya, pemerintah Provinsi Jawa Barat pasti membangun ruang kelas baru. Nah ruang kelas baru ini nanti bisa menurunkan kembali jumlah siswanya,” kata Dedi Mulyadi pada akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Kamis (3/7).
“Misalnya karena banyaknya minat masuk ke sekolah, akhirnya menerimanya 50 dalam setiap kelas, nanti dibangun ruang kelas baru sehingga kembali lagi menjadi 30 atau 35,” jelas dia.
menurut dia, langkah memaksakan masing-masing kelas 50 orang ini termasuk darurat. Jika tak dilakukan, anak-anak terancam putus sekolah dan terbengkalai tanpa arah.
“Daripada mereka nongkrong di pinggir jalan, kemudian berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan usianya, lebih baik dia sekolah walaupun sekolahnya sederhana,” jelas Dedi.
Tak hanya itu, langkah ini juga bisa meminimalisir pengeluaran, lantaran siswa tak perlu memaksakan bersekolah di tempat yang lebih jauh, apabila tak diterima di sekolah yang lebih dekat.
“Misalnya bayaran bulanan Rp 200.000 atau Rp 300.000, dia mampu. Tetapi misalnya dia berat di ongkos menuju sekolah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan daripada anak Jawa Barat tidak sekolah, ya lebih baik sekolah,” jelas Dedi.
Di sisi lain, eks Bupati Purwakarta ini juga menekankan bahwa negara tak boleh menelantarkan warga sehingga tak bersekolah. Alhasil, negara diharuskan memfasilitasi.
“Saya sebagai Gubernur Jawa Barat bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak di Jawa Barat dan saya tidak menginginkan anak di Jawa Barat untuk putus sekolah,” tukas Dedi Mulyadi.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
