
Viral pengantin pria di Lombok mengamuk karena mengetahui di detik-detik terakhir menjelang akad, calon pengantin wanitanya mengaku gadis ternyata sudah janda tiga kali. (Facebook/Balqis Marwah)
JawaPos.com-Apa jadinya kalau hari bahagia justru berubah jadi drama mencekam? Inilah yang terjadi dalam pernikahan antara Rodi Handika dan Nurdiana di Lombok.
Alih-alih merasakan kebahagiaan, si pengantin pria justru naik pitam gara-gara sebuah "plot twist" tak terduga: sang istri ternyata bukan gadis seperti yang dibilang sebelumnya selama pacaran, melainkan sudah tiga kali menikah sebelumnya.
Kisah viral itu berawal di Dusun Sangkor, Desa Bakan, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. Rodi, pemuda asal Dusun Batu Sambak, Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, datang dengan niat untuk mempersunting Nurdiana. Mahar sudah disiapkan: 20 gram emas dan uang pisuke, alias uang adat pernikahan—senilai Rp 60 juta. Totalitas tanpa batas.
Namun, sesaat setelah akad nikah selesai dan semua prosesi adat dijalani, kabar mengejutkan datang menghantam bak guntur di siang bolong. Rodi baru mengetahui bahwa perempuan yang baru saja ia nikahi ternyata sudah “tamat season 3” dalam pernikahan sebelumnya.
Ya, ini adalah pernikahan keempat Nurdiana. Tak ayal, pengantin pria pun naik pitam!
Kepala Desa Bakan Jefry, membenarkan bahwa informasi soal masa lalu Nurdiana baru terungkap usai akad nikah. “Benar bahwa perempuan ini memang sudah pernah menikah. Bahkan menurut informasi dari Bhabinkamtibmas, ini pernikahan keempatnya,” kata Jefry, seperti dikutip pada Kamis (25/6).
Yang bikin panas, keluarga Rodi merasa telah “dibungkus dengan kado palsu”. Mereka menuduh pihak desa dan keluarga mempelai perempuan tidak terbuka sejak awal.
Drama pun pecah. Tak ada pelaminan ceria, yang ada justru emosi membara. Bahkan, keluarga Rodi memilih hengkang dari lokasi resepsi, meninggalkan sang pengantin wanita dalam kondisi syok.
Nurdiana disebut-sebut sampai pingsan di tempat karena tak kuat menanggung malu dan tekanan. Padahal, malam pertama pun belum sempat dinikmati.
Usai akad, pasangan ini langsung diboyong dalam prosesi Nyongkolan, tradisi iring-iringan pengantin dari rumah pria ke wanita dari Lombok Timur ke Lombok Tengah. Tapi tampaknya yang diiring malah kenangan pahit.
Kini, pihak keluarga Rodi tengah mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum. Mereka disebut-sebut ingin menuntut ganti rugi atas semua biaya pernikahan, dari mahar, resepsi, prosesi adat, sampai harga sakit hati.
Pelajaran dari kisah ini? Cinta boleh buta, tapi sebelum akad, sebaiknya buka mata. Kisahnya viral di media sosial, bisa jadi pelajaran, pastikan semua riwayat hidup calon pasangan jelas, biar tidak ada yang tersandung drama di tengah pelaminan. (*)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
