Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 06.44 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Langsung Transfer Uang untuk Kades di Sukabumi yang Gadaikan STNK Demi Warganya di RSUD

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube Lembur Pakuan Channel). - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube Lembur Pakuan Channel).

JawaPos.com - Viral di media sosial (medsos) baru-baru ini, Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi menggadaikan STNK kendaraannya demi warga yang dirawat di RSUD. Dalam video yang beredar, tampak Kades Cikahuripan, Heri Suryana alias Jaro Midun berada di loket kasir RSUD.

Tampak Jaro Midun berdiri dan berbicara langsung dengan petugas RSUD. "Jaminan STNK ini, nanti STNK-nya diambil oleh ibu, nanti jaminan mengambil STNK-nya pakai surat itu ya, surat pengambilan," jelas Jaro Midun yang diunggah di akun pribadi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Hal tersebut menjadi sorotan di berbagai platform medsos dan ramai diperbincangkan. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut menyoroti hal tersebut. Melihat hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi langsung bereaksi.

"Saya membaca berita ya, bahwa Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang bernama Jaro Midun itu menjaminkan STNK mobilnya untuk jaminan bagi keluarga pasien yang dirawat di RSUD Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi," jelas Dedi Mulyadi. "Karena yang bersangkutan tidak punya cash dan kalau membuat KIS baru perlu waktu 14 hari sedangkan dia harus dilayani," papar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Jaro Mudin yang telah mengambil melangkah menyelamatkan warganya. Menurut Dedi Mulyadi, awalnya dikira tagihan biaya besar tapi setelah diperiksa hanya sekitar Rp 1,7 juta dan sisanya Rp 1,2 juta belum dibayarkan.

Sebenarnya, kata Dedi Mulyadi, rumah sakit tersebut harus tetap memberikan layanan pada siapapun yang memerlukan pengobatan tanpa harus bicara apakah dia punya cash atau tidak punya KIS karena itu adalah kewajiban penyelenggara negara.

Dedi Mulyadi menambahkan, kepala desa sebenarnya sangat mudah untuk berkoordinasi dengan dinas teknisnya, Dinas Kesehatan Kabupaten dengan bupatinya.

"Saya tidak tahu di Sukabumi, apa yang menjadi problem. Hal yang kecil seperti ini harus muncul ke permukaan seolah-olah menjadi peristiwa besar, hanya Rp 1,7 juta menjadi sesuatu yang begitu seperti berat tertangani," tutur Dedi Mulyadi

Untuk itu, Dedi Mulyadi menegaskan, sudah berkirim uang kepada nomor rekening yang dikirim setelah meminta ke Jaro Midun dan uangnya dilebihkan untuk biaya makan dari keluarga pasien. (*)

Untuk itu, Dedi Mulyadi mengajak untuk saling melayani dan bangun komunikasi yang baik antara para kepala desa dengan bupati, dengan para kepala dinasnya agar Jawa Barat bisa memberikan layanan yang terbaik bagi kepentingan masyarakatnya.

"Saatnya kita menjadi pemimpin, menjadi pemimpin yang melayani. Menjadi pemimpin yang menjemput, bukan menjadi pemimpin yang dilayani dan menjadi pemimpin yang menunggu datangnya informasi," pungkasnya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore