
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Tim Media KDM)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi buah bibir setelah mengungkap akan memperluas cakupan program pendidikan barak militer. Seperti diketahui, program ini sebelumnya dirancang untuk siswa perilaku bermasalah, tapi kini juga melibatkan siswa berprestasi.
Program barak militer tersebut awalnya ditujukan sebagai bentuk pembinaan disiplin anak-anak yang dianggap memerlukan perhatian khusus terkait perilaku. Hasil evaluasinya pun menunjukkan perubahan yang signifikan bagi para anak binaan.
Lantaran program inisasinya memiliki dampak positif, Dedi mengungkap rencananya yang akan mengikutsertakan siswa berprestasi demi memperoleh pendidikan karakter yang sama.
Dia menilai, semua siswa tanpa memandang latar belakang atau prestasi, berhak mendapat pembinaan karakter yang kuat di barak militer.
“Sama seperti anak-anak yang sebelumnya dikirim ke barak, nanti kami evaluasi. Bisa saja giliran anak-anak berprestasi,” kata Dedi seperti dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group).
Dia menjelaskan, program ini tak hanya ditujukan bagi siswa yang memiliki masalah disiplin, melainkan juga sarana memperkuat nilai kepemimpinan dan kebangsaan bagi pelajar berprestasi.
“Nanti mereka akan kita tempatkan bersama, supaya nilai-nilai kedisiplinan bisa ditanamkan sejak dini,” lanjutnya.
Program ini sendrii melibatkan latihan fisik, penguatan karakter, dan penanaman semangat nasionalisme dalam suasana barak militer. Tujuannya jelas untuk membentuk generasi muda yang kuat mental dan berintegritas tinggi pada moral.
Namun tetap rencana ini mengundang berbagai komentar. Seperti halnya sejumlah kalangan yang khawatir akan potensi tekanan psikologis terhadap siswa berprestasi jika mengikuti program seperti ini.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan koordinasi dan dialog dengan Kementerian Pendidikan. Tujuannya untuk memastikan bahwa program tersebut sejalan dengan sistem pendidikan nasional.
Hanya saja, di balik pro dan kontra, Dedi tetap menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mencetak generasi muda yang bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Bahkan ia percaya bahwa pembinaan seperti ini bisa meningkatkan kualitas intelektual para peserta.
“Anak-anak yang ikut program ini terbukti punya visi. Kita harap mereka akan memiliki IQ di atas rata-rata,” tukas dia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
