Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 04.45 WIB

Jenazah Pria yang Hanyut di Sungai Brantas Kediri Ditemukan di Mojokerto

ILUSTRASI: Jenazah PMI asal Gresik yang meninggal di Kinabalu Malaysia. (Dimas Pradipta/JawaPos)

JawaPos.com – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Karmuji (54), warga Desa Pelas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai wilayah Kabupaten Mojokerto, Selasa (20/5).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy menjelaskan, penemuan korban bermula dari laporan potensi SAR di Mojokerto yang melihat sesosok jenazah mengapung di aliran Sungai Brantas. Tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Jenazah kemudian dievakuasi ke darat dan dibawa ke RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari untuk proses identifikasi,” ujar Didit.

Hasil identifikasi oleh tim medis dan petugas berwenang memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Karmuji, korban yang telah dicari sejak dua hari lalu. Lokasi penemuan berjarak sekitar 125 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.

Karmuji dilaporkan tenggelam pada Minggu (18/5), saat hendak menyeberangi sungai. Saat itu, ia tengah duduk di atas motor dan bersandar pada tiang bambu di dermaga penyeberangan sambil menunggu perahu. Namun, tiang yang tidak stabil membuatnya terjatuh ke sungai bersama motornya.

Dalam upaya pencarian, dua tim Search and Rescue Unit (SRU) air diterjunkan menyusuri aliran sungai ke arah hilir. Tim juga menyebarluaskan informasi hilangnya korban kepada warga sekitar, agar segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Operasi SAR ini melibatkan banyak pihak, termasuk Unit Siaga SAR Bojonegoro, BPBD Kediri, Satbrimob, TNI/Polri, relawan, serta sejumlah komunitas dan potensi SAR dari berbagai daerah. Setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi dihentikan dan seluruh personel dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Didit mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat musim hujan di mana debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras.

“Kami mengajak masyarakat agar selalu berhati-hati di sekitar sungai, dan menggunakan alat keselamatan jika menyeberang atau beraktivitas di area yang rawan,” tuturnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore