
Meriam maut yang telah menelan lima orang korban pada acara acara adat penyambutan Raja Gunung Sahilan di Desa Gunung Sahilan, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu (9/5) pagi.
JawaPos.com - Acara adat penyambutan Raja Gunung Sahilan yang digelar di Desa Gunung Sahilan, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu (9/5) pagi berakhir duka.
Letusan meriam dalam acara tersebut menyebabkan lima orang warga menjadi korban. Kelima korban terkena serpihan letusan meriam atau dikenal dengan nama lelo di daerah tersebut.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa nahas itu. Dari lima warga yang menjadi korban, satu orang dinyatakan meninggal dunia.
"Ada lima korban. Satu meninggal dunia, tiga luka berat dan satu luka ringan. Korban yang meninggal dunia bernama Ikram, 38. Ia merupakan warga Lipat Kain," ujar Narto, Rabu (9/5) sore.
Tiga orang korban yang mengalami luka berat diketahui bernama Sumanto Rebo, 58, warga Desa Gunung Sahilan; Rapika Alni, 16, warga Desa Subarak dan Aisyah, 12, warga Desa Kebun Durian. Sedangkan yang mengalami luka ringan ialah Sarimah, 51, warga Desa Lipat Kain Utara.
Lebih lanjut Narto menceritakan, kejadian itu terjadi pada peringatan satu tahun Raja Gunung Sahilan HMT Nizar Yang Dipertuan Agung. Rencananya, kegiatan ini bakal dihadiri oleh Ustaz Abdul Somad (UAS). Namun setelah ditunggu, UAS berhalangan hadir.
"Acara ini dihadiri ribuan warga. Saat rombongan raja memasuki gerbang istana, seorang petugas meriam pun membunyikan meriamnya," katanya.
Namun, meriam tradisional dengan panjang satu meter dengan diameter tujuh centimeter itu pecah. Serpihan meriam yang terbuat dari logam itulah yang mengenai para korban.
"Kita sempat rujuk ke puskesmas terdekat tetapi satu orang tidak tertolong. Karena peralatan tidak memadai, empat orang korban lainnya dirujuk ke RS Syafira Pekanbaru," pungkasnya.
Saat ini, keempat korban itu tengah menjalani perawatan media di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Sebelumnya, sempat beredar video berdurasi 1 menit 38 detik yang menampilkan beberapa orang warga digotong oleh petugas menggunakan tandu. Warga itu tampak bersimbah darah dan mengalami luka yang cukup parah.
Acara yang awalnya berlangsung meriah berubah menjadi mencekam. Melihat korban terkena serpihan meriam itu, kaum perempuan pun berteriak histeris sambil bertanya-tanya apa yang terjadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
