Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 03.50 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Konfrontasi Pungutan Uang Kompensasi Sopir Angkot

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadu ke Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya padi serentak di Majalengka, Senin (7/4). (YouTube Setpres) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadu ke Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya padi serentak di Majalengka, Senin (7/4). (YouTube Setpres)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengkonfrontasi dua pihak terkait dugaan pemotongan uang kompensasi untuk sopir angkot sebesar Rp 200 ribu. Dalam pertemuan tersebut, Dedi langsung menanyakan kejelasan soal siapa yang memerintahkan pungutan tersebut.

Diketahui bahwa Emen yang menagih uang untuk pemotongan uang kompensasi mengaku diperintah oleh Ketua KKSU Nandar. Kini, keduanya dikonfrontasi Dedi Mulyadi. “Jadi Emen memungut uang inisiatif sendiri atau disuruh?” tanya Dedi.

“Disuruh,” jawab Emen lugas. “Yang nyuruh Dado atas suruhan Pak Nandar. Minta langsung, katanya 'Pak Emen gening anak buah Pak Emen mah kalabur. Pang koordinatorkeun ku Pak Emen’,” jelasnya, menirukan permintaan potongan dana.

Dedi pun kemudian berbalik ke Nandar. “Gitu, Pak Nandar. Nyuruh enggak ke si Dado?”

Nandar mengelak, “Teu rumaos (nggak merasa).”

Namun, Dedi terus menekan, mengungkap karena sebelumnya Nandar mengakui ada permintaan dari Sekjen Organda agar dana kompensasi dipotong Rp 200 ribu untuk biaya koordinasi.

“Untuk menerjemahkan itu agar ada biaya koordinasi, nyuruh siapa?” tanya Dedi.

Nandar akhirnya menyebut dua nama: Saeful dan Deon.

“Oh, Saeful sama Deon akhirnya nyuruh Dado?” timpal Dedi.

“Kayaknya mah gitu,” jawab Nandar, seolah mulai mengakui jalur instruksi tidak langsung tersebut.

Konfrontasi ini membuka jalur komunikasi yang semula simpang siur, dan memperjelas alur instruksi soal pemotongan dana sopir angkot yang sempat jadi polemik.

Sebelumnya, pemotongan dana kompensasi untuk sopir angkot jalur Puncak Bogor terus disorot Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Meski telah memanggil berbagai pihak terkait, masalah ini belum juga tuntas.

Kini, Dedi mendapatkan informasi baru terkait sosok yang diduga menjadi otak di balik pemotongan dana tersebut.

Dalam pertemuan terbaru, Dedi berdialog langsung dengan Nandar, pria yang sebelumnya sering disebut oleh sopir angkot Emen saat ditanya soal aliran dana kompensasi yang dipotong.

Kepada Dedi, Nandar mengaku sebagai Ketua KKSU (Kelompok Kerja Supir Usaha) Jalur Cisarua 02A yang membawahi sekitar 480 unit angkot dan dibantu lima orang dalam timnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore