Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 April 2025 | 19.40 WIB

Dedi Mulyadi Pertemukan Keluarga Korban Maling Ayam hingga Tewas dan Pelaku Penganiayaan: Tidak Boleh Lahir Lagi Kriminalisasi Baru

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi pertemukan pihak keluarga korban maling ayam dengan keluarga pelaku penganiayaan

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi pertemukan pihak keluarga korban maling ayam dengan keluarga pelaku penganiayaan. Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya untuk bisa saling memaafkan.

"Ini saya sudah bertemu ya, keluarga korban penganiayaan yang mengakibatkan kematian dan keluarga yang menganiayanya yang sekarang ditahan di Polres," kata Dedi Mulyadi dalam unggahan pada akun media sosial Instagram, Sabtu (5/4).

Peristiwa penganiayaan terhadap Taryanah, terduga pelaku maling ayam di Subang, hingga mengakibatkan kematian dipicu karena emosi warga. Menurutnya, jumlah massa yang banyak hingga akhirnya Taryanah tewas dianiaya massa.

"Semua dilakukan karena emosi, karena kekhilafan, karena jumlah massa yg banyak pada akhirnya satu orang meninggal karena melakukan pencurian," ucap Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta itu menunjukkan sosok Ibu dan Istri dari Taryanah. Serta, delapan pihak keluarga terduga pelaku pengaiayaan yang saat ini mendekam ditahanan Polres Subang.

"Ini emak dari Taryanah yang melakukan pencurian, ini istrinya. Ini delapan orang dari keluarga yang hari ini mendekam di Polres Subang, karena melakukan penganiayaan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain," ujar Dedi.

Ia mengingatkan, agar pihak keluarga korban penganiayaan dan pelaku untuk saling memaafkan. Namun, pelaku harus tetap dihukum, karena mereka main hakim sendiri yang mengakibatkan kehilangan nyawa manusia.

"Semua keluarga ini sudah saling memaafkan, tapi proses hukum tetap berjalan. Tapi mudah-mudahan upaya saling memaafkan ini semakin saling meringankan apa yang dijalani. Karena pengakuannya ada yang memukul satu kali, ada yang memukul pertama, ya nanti biarkan hukum yang membuktikan," tegas Dedi.

Ia menegaskan, sebagai Gubernur Jabar tidak ingin ada lagi aksi kriminalisasi. Apalagi, para pelaku dan korban penganiayaan meninggalkan keluarga yang harus diberi nafkah.

"Tetapi saya sebagai Gubernur, mereka meninggalkan anak, mereka meninggalkan iatri, mereka meninggalkan adik. Hari ini delapan keluarga kehilangan tulang punggung kehidupannya dan itu akan menjadi problem kemiskinan baru, maka hari ini saya akan menyelesaikan, masalah ini tidak boleh lahir lagi kriminalisasi baru, karena pernah kehilangan sumber kehidupan, tanggung jawab keluarganya, penanggung jawab keluarganya hilang, karena terkena tindak pidana," urai Dedi.

Lebih lanjut, Dedi meminta keluarga dari terduga pelaku maling ayam yang tewas dikeroyok massa untuk bisa memafkan para pelaku.

"Mudah-mudahan ibu, di hatinya juga tidak boleh ada kebencian dan segala macam. Maafkan, karena anak ibu juga meninggal karena lagi nyuri, juga karena salah. Walaupun penganiayaan juga tidak boleh dibenarkan. Ibunya harus ikhlas," imbau Dedi.

"Kan problemnya sudah saya selesaikan, problem utang segala macam kan. Justru ada hikmah dibalik ini semua, walaupun hikmahnya lebih kecil dibanding peristiwanya," imbuhnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore