Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 April 2023 | 17.29 WIB

7 Syawal, Warga Palu Barat Rayakan Tradisi Lebaran Mandura

Ratusan warga Kelurahan Baru menggelar tradisi Lebaran Mandura di Kelurahan Baru, Kota Palu, Jumat (28/4/2023).

JawaPos.com - Setiap daerah memiliki tradisi sendiri dalam menyambut tujuh hari pada bulan syawal. Di Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah menggelar tradisi budaya Lebaran Mandura 7 Syawal usai Idul Fitri 1444 Hijriah, Jumat (28/4) malam. Acara ini diikuti ratusan warga.

Tradisi Lebaran Mandura merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh warga setempat pada sepekan Idul Fitri.

Mandura sendiri merupakan makanan khas suku Kaili yang terbuat dari beras ketan disajikan setiap Lebaran Idul Fitri.

Ketua Adat Kampung Baru, Husen Saleh mengatakan, Mandura terbuat dari beras ketan dan terdiri dari tiga warna memiliki makna tersendiri.

Ia menjelaskan, warna merah berarti berani menegakkan kebenaran dan mampu mengakui kesalahan dan di momen Idul Fitri diartikan untuk saling merangkul serta saling memaafkan.

Husen melanjutkan, warna putih berarti suci bersih, hati merasa ikhlas, sehingga apapun kesalahan secara ikhlas akan saling memaafkan. Kemudian, warna hitam sebagai simbol keadilan dan kejujuran.

"Tradisi Lebaran Mandura sebagai ajang mempererat tali silaturahmi setelah Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, " katanya.

Menurut dia, seiring dengan berjalannya waktu, Lebaran Mandura ini kemudian dirangkaikan dengan Festival Kampung Baru Fair yang merupakan kegiatan yang digagas oleh muda - mudi Kelurahan Baru.

Rangkaian acara Lebaran Mandura sendiri diawali sejak Jumat (28/4) sore dengan masyarakat melakukan pawai Mandura.

Nampak puluhan warga baik pengendara kendaraan roda dua dan roda empat juga mengikuti rangkaian pawai hingga titik akhir.

Kegiatan dimulai dengan satu unit mobil pick-up khusus berisikan ratusan mandura yang dibuat khusus dan ditata rapi berbentuk piramid, serta dihiasi berbagai pernak-pernik agar terlihat menarik.

Selanjutnya mobil tersebut membawa mandura berkeliling mengelilingi daerah sekitar Kelurahan Baru, Kota Palu. Kemudian, sekitar pukul 19.30 WITA, rangkaian acara dilanjutkan dengan warga setempat melakukan pawai obor.

Ketua Panita, Akbar, mengatakan, pawai Mandura serta pawai obor merupakan tradisi khas masyarakat Kota Palu, khususnya juga di Kelurahan Baru untuk menyemarakkan Lebaran Mandura tersebut.

Ia mengharapkan dengan dilakukannya hal tersebut, semakin banyak masyarakat yang mengenal Mandura yang merupakan makanan khas suku Kaili.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palu, Reny A Lamadjido mengapresiasi serta memberikan penghargaan kepada warga Kampung Baru yang terus mempertahankan dan melestarikan tradisi Lebaran Mandura.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore