Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Januari 2025 | 23.57 WIB

Inflasi Jatim 2024: Cabai Jadi Penyumbang Utama Kenaikan Harga

Aktivitas pedagang cabai di Pasar Keputran, Surabaya. - Image

Aktivitas pedagang cabai di Pasar Keputran, Surabaya.

JawaPos.com - Inflasi tahunan Jawa Timur pada 2024 tercatat sebesar 1,51 persen, masih di bawah target nasional sebesar 2,5 persen. Namun, libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025 memberikan dampak signifikan terhadap inflasi bulanan, yang mencapai 0,46 persen pada Desember 2024.
 
Zulkipli, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, mengungkapkan bahwa cabai merah dan cabai rawit menjadi penyumbang utama inflasi bulanan, dengan kenaikan masing-masing sebesar 61,33 persen dan 20,01 persen. 
 
"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar pada inflasi bulan Desember," ujarnya, Jumat (3/1).
 
 
Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 1,97 persen, sementara Bojonegoro mencatat inflasi terendah sebesar 1,14 persen. Secara bulanan, Bojonegoro juga mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,58 persen, sedangkan Probolinggo terendah dengan 0,28 persen.
 
Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono menjelaskan bahwa kenaikan harga komoditas selama libur Nataru masih dalam batas wajar. “Permintaan tinggi menjadi salah satu faktor, tetapi inflasi masih terkendali,” katanya.
 
 
Pemprov Jatim telah berdiskusi dengan dinas terkait untuk menurunkan harga komoditas di pasar. "Kami akan turun langsung ke lapangan untuk memantau dan memastikan harga kembali stabil," tegasnya. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi dampak kenaikan harga bahan pokok terhadap masyarakat.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore