
Pemandangan di bumi perkemahan di atas awan, Camintoran di Golden Arm, Solok Selatan, Sumbar
JawaPos.com - Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) tidak kehabisan akal untuk terus memunculkan destinasi wisata terbaiknya. Setelah berhasil mempopulerkan kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG), daerah pemekaran Kabupaten Solok itu, tengah membenahi wisata alam yang menyajikan pemandangan gunung di jajaran bukit Barisan.
Lokasi di ketinggian 1.240 mdpl yang terletak di Lubuk Gadang Timur itu disulap menjadi bumi perkemahan di atas awan. Tempat tersebut diberinama "Camintoran di Golden Arm". Nama tersebut dilatarbelakangi tempatnya yang memang berada di ketinggian dan persis di kaki gunung Kerinci.
Tidak berlebihan rasanya, jika pesona Camintoran di Golden Arm dengan luas area sekitar 16 hektare itu dianggap bakal mampu menyihir mata pengunjung. Khususnya, bagi mereka yang merasa penat dan jenuh dengan hiruk-pikuk keramaian kota.
Meski area perkemahan tersebut masih dalam tahap proses pengembangan, sejumlah pecinta alam dan warga Solok Selatan sudah ketagihan mendatangi lokasi tersebut. Apalagi, lokasinya tak terlalu jauh untuk dijangkau.
Salah seorang pegiat wisata Sumbar, Nofrin Napilus mengatakan, di tempat tersebut, mata akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Nyaris tidak satu benda pun yang menghalangi pandangan mata dari puncak Camintoran Golden Arm.
Di ketinggian itu, serasa berada di atas awan karena memang diselimuti kabut dari kaki gunung Kerinci. Selain itu, suhu dingin yang kadang mencapai 12 derejat celcius memberi kesejukan bagi wisatawan.
"Bagi masyarakat perkotaan, bumi perkemahan di atas awan Camintoran ini, diyakini siap menjadi pelipur lara," kata Nofrin Napilus, Minggu (8/8).
Selain menawarkan pesona alam terang Nofrin, Camintoran juga memiliki sejarah peninggalan Belanda. Paling tidak, di atas bukit tersebut, terdapat bak penampungan, saluran air dan lainnya. Peninggalan tersebut diyakini dibangun oleh Belanda.
Selain itu, di areal Camintoran, tumbuh sebatang pohon teh yang usianya diperkirakan sudah ratusan tahun. Tingginya bahkan mencapai lebih 5 meter. Konon diyakini juga, pohon teh tersebut ditanam saat jaman Belanda. Karena pohon itu satu-satunya yang menghiasi lokasi perkemahan, Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman menamainya dengan "Pohon Jomblo Seratus Tahun".
"Mitosnya ada juga yang bilang, kalau yang lagi pacaran jangan berfoto dekat pohon itu. Nanti bisa segera putus dan jomblo selamanya. Tapi ada juga yang bilang justru sebaliknya," kata Nofrin.
Wakil Bupati yang juga Ketua Kwarcab Pramuka Solok Selatan, Abdul Rahman mengatakan, lokasi perkemahan yang sekaligus objek wisata itu, masih tergolong sangat baru. Sehingga, belum menyediakan fasilitas, seperti tenda maupun makanan.
Dengan begitu, para pengunjung yang hendak menikmat Camintoran, harus membawa sendiri fasilitas, jika hendak berkemah ke sana. Paling tidak, untuk saat ini, lanjut Abdul Rahman, baru ada 5 toilet di kawasan Camintoran.
"Kita akan benahi bertahap. Kita tata dulu arealnya. Nanti juga ada taman bunga untuk berselfie pengunjung," katanya.
Wakil Bupati dua periode itu mengakatan, konsep pengembangan bumi perkemahan Camintoran bersifat edukatif. "Kita akan tata lokasinya menjadi wisata multi fungsi. Silahkan digunakan untuk bumi perkemahan khususnya bagi para kawan-kawan dari komunitas. Di sana juga sudah ada penjaga yang siap membantu perkemahan," tuturnya.
Pemkab Solok Selatan sendiri, terang Abdul Rahman, telah menyusun berbagai perencanaan untuk lokasi tersebut. Paling tidak, anggaran senilai Rp 2,5 miliar siap dikucurkan tahun 2019 mendatang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
