
Suasana UN di salah satu SMP di Kabupaten Malang beberapa saat lalu.
JawaPos.com - Ada wacana teranyar di dunia pendidikan. Informasinya, Ujian Nasional (UN) akan dijadikan penentu kelulusan bagi pelajar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Effendy MAP dalam pernyataan di berbagai media massa, memberi sinyal akan mempertimbangkan kemungkinan tersebut.
Alasannya, nilai rata-rata UN menurun dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim), tahun ini jumlah siswa SMA yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 85,30 persen. Angka itu meningkat dari tahun sebelumnya yang berkisar di angka 85,13 persen.
Hal serupa juga terpampang untuk jenjang SMK. 78,88 persen siswa diketahui mendapat nilai di bawah 55. Pelajar madrasah aliyah (MA) juga begitu. Tahun ini ada 96,34 persen yang mendapat nilai di bawah 55.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Malang M Hidayat lantas angkat bicara. Dia mendukung wacana UN dijadikan penentu kelulusan pelajar. "Setuju. Asalkan bukan hanya UN yang dijadikan patokan untuk kelulusan. Tapi ada variabel lain. Misalnya ujian semester dan ujian tengah semester," kata Dayat, Selasa (8/5).
Soal-soal yang sudah berstandar nasional tidak harus diujikan saat UN saja. Pemerintah juga bisa memonitor langsung pelaksanaan ujian semester dan ujian tengah semester dengan soal-soal berstandar nasional juga. "Jadi ujian nasional tidak menjadi satu-satunya indikator kelulusan," tegasnya.
Sebagai informasi, sejak 2015 lalu UN memang tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa. Hasil ujian sekolah yang menjadi penentunya.
Peraturan itu cukup menguntungkan para siswa. Mereka tak lagi was-was tidak lulus. Karena dari segi kualitas, soal-soal pada ujian sekolah berstandar nasional (USBN) relatif lebih mudah dibanding ujian nasional.
Namun ada dampak negatifnya. Yakni, para siswa cenderung meremehkan. Mereka tidak belajar dan terkesan asal-asalan. "Nilai yang didapat juga tidak maksimal," papar Dayat.
Sementara itu, Ketua MKKS SMA Kabupaten Malang Drs Supaat MSi menyangkal jika rata-rata hasil UN di wilayahnya kurang. "Dari pantauan saya di SMAN 1 Lawang, SMAN 1 Tumpang, SMAN 1 Turen, dan SMAN 1 Kepanjen, semua berada di atas rata-rata nasional," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
