
IKAN MATI: Salah seorang petani keramba menunjukkan kondisi ikan mati di kerambanya, Sabtu (7/7).
JawaPos.com – Ancaman upwelling, atau naiknya arus bawah ke permukaan diperkirakan masih mengintai para petani keramba di Waduk Kedung Ombo untuk beberapa waktu ke depan. Mereka bahkan memprediksi kondisi akan kembali normal paling tidak tiga minggu hingga satu bulan ke depan.
Untuk itu, saat ini para petani keramba terus waspada dan menggeser kerambanya ke tepian hingga berjaga di kerambanya masing-masing setiap malamnya.
Deni Heriyana, salah seorang petani keramba di Dusun Bulu, Desa Wonoharjo, Boyolali, mengatakan, kandungan amoniak ini akan bertahan lama. Bahkan dari pengalaman sebelumnya kondisi ini bisa berlangsung sampai satu bulan ke depan.
Hanya saja kehadiran amoniak yang berbau menyengat ini tidak bisa diketahui. "Air baru bisa kembali normal itu antara tiga minggu sampai dengan satu bulan," ungkapnya saat ditemui JawaPos.com di kerambanya, Sabtu (7/7).
Sebenarnya, lanjut Deni ada upaya lain untuk mengantisipasi kematian ikan secara masal. Akan tetapi, upaya tersebut perlu waktu dan untuk saat ini sudah terlambat. Salah satu cara yang dirasa efektif adalah memindahkan ikan ke air yang lebih bersih.
Dengan begitu, kondisi ikan akan sehat dan terhindar dari ancaman upwelling. "Bisa dilakukan dengan terpal, tapi kan sudah terlambat, karena sudah terjadi. Air putih ini kan terjadi karena endapan di dalam air yang keluar dan menjadi racun," ucapnya.
Selain memindahkan ikan, ada upaya lain yakni dengan menggeser keramba. Tetapi, karena besarnya keramba membuat upaya ini membutuhkan waktu dan juga tenaga yang banyak. Setidaknya untuk menggeser satu keramba dengan jumlah kolam mencapai 40 petak membutuhkan minimal lima perahu besar. Inilah yang dilakukan oleh petani keramba di Dusun Boyolayar, Desa Ngargosari, Sumber Lawang, Sragen.
Tidak hanya menggeser, para petani juga rela tidur di keramba untuk memastikan kondisi ikan yang ada di dalam kolam. "Kami terus berjaga dan tidur di keramba, takutnya air putih datang dan kami tidak tahu. Makanya untuk sementara kami tidur di keramba dulu," terang Anton Setiawan, petani keramba lainnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
