Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Juli 2018 | 05.47 WIB

Cegah Kerugian Membengkak, Petani Kedung Ombo Mulai Geser Kerambanya

IKAN MATI: Salah seorang petani keramba menunjukkan kondisi ikan mati di kerambanya, Sabtu (7/7). - Image

IKAN MATI: Salah seorang petani keramba menunjukkan kondisi ikan mati di kerambanya, Sabtu (7/7).

JawaPos.com – Ancaman upwelling, atau naiknya arus bawah ke permukaan diperkirakan masih mengintai para petani keramba di Waduk Kedung Ombo untuk beberapa waktu ke depan. Mereka bahkan memprediksi kondisi akan kembali normal paling tidak tiga minggu hingga satu bulan ke depan.


Untuk itu, saat ini para petani keramba terus waspada dan menggeser kerambanya ke tepian hingga berjaga di kerambanya masing-masing setiap malamnya. 


Deni Heriyana, salah seorang petani keramba di Dusun Bulu, Desa Wonoharjo, Boyolali, mengatakan, kandungan amoniak ini akan bertahan lama. Bahkan dari pengalaman sebelumnya kondisi ini bisa berlangsung sampai satu bulan ke depan.


Hanya saja kehadiran amoniak yang berbau menyengat ini tidak bisa diketahui. "Air baru bisa kembali normal itu antara tiga minggu sampai dengan satu bulan," ungkapnya saat ditemui JawaPos.com di kerambanya, Sabtu (7/7). 


Sebenarnya, lanjut Deni ada upaya lain untuk mengantisipasi kematian ikan secara masal. Akan tetapi, upaya tersebut perlu waktu dan untuk saat ini sudah terlambat. Salah satu cara yang dirasa efektif adalah memindahkan ikan ke air yang lebih bersih.


Dengan begitu, kondisi ikan akan sehat dan terhindar dari ancaman upwelling. "Bisa dilakukan dengan terpal, tapi kan sudah terlambat, karena sudah terjadi. Air putih ini kan terjadi karena endapan di dalam air yang keluar dan menjadi racun," ucapnya. 


Selain memindahkan ikan, ada upaya lain yakni dengan menggeser keramba. Tetapi, karena besarnya keramba membuat upaya ini membutuhkan waktu dan juga tenaga yang banyak. Setidaknya untuk menggeser satu keramba dengan jumlah kolam mencapai 40 petak membutuhkan minimal lima perahu besar. Inilah yang dilakukan oleh petani keramba di Dusun Boyolayar, Desa Ngargosari, Sumber Lawang, Sragen. 


Tidak hanya menggeser, para petani juga rela tidur di keramba untuk memastikan kondisi ikan yang ada di dalam kolam. "Kami terus berjaga dan tidur di keramba, takutnya air putih datang dan kami tidak tahu. Makanya untuk sementara kami tidur di keramba dulu," terang Anton Setiawan, petani keramba lainnya.


Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore