Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 November 2024 | 00.30 WIB

BPBD Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama Dua Minggu

Ilustrasi warga menggunakan perahu karet untuk menuju rumah saat banjir melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (24/11). (Raisan Al Farisi/Antara) - Image

Ilustrasi warga menggunakan perahu karet untuk menuju rumah saat banjir melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (24/11). (Raisan Al Farisi/Antara)

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung tetapkan status tanggap darurat banjir hingga 6 Desember. Kabijakan itu menyusul banjir yang melanda delapan kecamatan akibat cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska mengatakan, penetapan status itu untuk mempercepat penanganan dan pemulihan dampak bencana di wilayah terdampak.

”Kami menetapkan status tanggap darurat untuk pemulihan lebih cepat, termasuk evakuasi, pembersihan lumpur, sampah, dan perbaikan infrastruktur yang rusak,” kata Uka seperti dilansir dari Antara di Bandung, Senin (25/11).

Menurut dia, status tanggap darurat tersebut memungkinkan pemerintah menggunakan Dana Tidak Terduga (BTT) untuk membantu pemulihan lebih cepat. Hingga saat ini terdapat delapan kecamatan yang masih terendam banjir, antara lain Kecamatan Bojongsoang, Dayeuhkolot, Pameungpeuk, Baleendah, Katapang, Ciparay, Pacet, dan Majalaya.

Dia mengungkapkan telah mendirikan posko tanggap darurat untuk penyediaan logistik dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak. ”Kami mendirikan tenda di kawasan Taman Air Bojongsoang untuk warga terdampak banjir Dayeuhkolot dan sekitarnya,” ujar Uka Suska.

Hingga kini, kata dia, BPBD Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 2.014 rumah terendam dengan 12.250 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana tersebut.

”Kami masih menerjunkan personel ke lapangan untuk melakukan asesmen agar memastikan jumlah rumah yang terendam dan data korban terdampak secara valid,” tutur Uka.

Selain mendirikan tenda pengungsian, lanjut dia, BPBD juga memberikan bantuan berupa sembako, beras, terpal, serta alat kebersihan, untuk para pengungsi. Diharapkan ada solidaritas dari berbagai pihak, seperti bantuan makanan dan tenda pengungsian, agar dapat meringankan beban pengungsi menyusul keterbatasan logistik dari BPBD.

”Logistik dari BPBD sudah mulai menipis, sehingga kami terus berupaya mencari bantuan tambahan dari pihak-pihak lain untuk mencukupi kebutuhan para pengungsi,” papar Uka.

Banjir di wilayah Kabupaten Bandung dipicu intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan luapan Sungai Citarum menggenangi empat kecamatan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore