
DIKOSONGKAN: Warga memunguti material bangunan terdampak Tol Kediri-Tulungagung di Jl Kawi, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. (FOTO: WAHYU ADJI/JPRK)
Jawapos.com - Jelang rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada Oktober 2024 mendatang, progres pembangunan proyek tol Kediri-Tulungagung yang menjadi akses Bandara Dhoho terus dikebut.
Salah satunya adalah pembebasan lahan pada daerah-daerah yang terdampak tol Kediri-Tulungagung.
Dikutip Radar Kediri (Jawapos Grup), hingga kini, dua dari empat kelurahan yang terdampak di Kota Kediri sudah berstatus ‘hijau’ atau dibebaskan.
Sementara diketahui, pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung rencananya akan dimulai dengan pembangunan jembatan yang menjadi penghubung antara Kelurahan Semampir dan Kelurahan Mojoroto.
Beruntungnya, kedua kelurahan tersebut telah menyandang status ‘hijau’ seluruhnya oleh tim pengadaan tanah (TPT).
Namun disisi lain, masih ada lahan terdampak yang masih belum bisa dibebaskan karena terkendala lahan pengganti.
“Kecuali yang aset pemkot yang belum bisa diganti rugi karena masih memerlukan tanah pengganti,” jelas Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri, Tutur Pamuji.
Sementara diketahui, beberapa aset pemkot tersebut adalah kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta kantor Palang Merah Indonesia (PMI).
Kedua kantor yang berdiri di Jl Mayor Bismo, Kelurahan Semampir tersebut belum dapat dibebaskan karena terkendala tanah pengganti.
“Termasuk tanah yang di Bujel dan Gayam itu kan ada eks-TKD (tanah kas desa, Red) istilahnya, itu masih perlu tanah pengganti. Dan calon penggantinya belum ada, jadi belum bisa dibayarkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tutur pun mengatakan jika tanah pengganti aset pemkot merupakan wewenang daripada TPT dan pemerintah daerah.
Ia pun mengaku, hingga kini pihaknya belum mengetahui mengenai detail pemrosesan kasus tersebut.
Ia juga mengatakan, menurutnya teknis penggantian tanah dimulai dengan pemkot mencari tanah pengganti yang kemudian diusulkan kepada TPT.
“Mereka pada prinsipnya setuju dengan pengadaan tanah. Cuma karena belum ada penggantinya, jadi belum bisa dilakukan tanah pengganti,” tegasnya.
Di sisi lain, pengadaan tanah tol yang menjadi akses Bandara Dhoho juga terhambat oleh pengadaan tahap dua yang belum berjalan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
