
Jalur rel kereta api di sepanjang Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban yang sudah banyak berdiri bangunan. RADAR TUBAN
JawaPos.com – Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah lama tidak dilintasi jalur kereta api, sejak ditutupnya KA Tuban ditutup pada 2001 silam.
Karenanya, rencana untuk menghidupkan lagi jalur kereta api di bumi wali itu langsung mendapat sambutan hangat.
Dilansir dari Radar Tuban (Jawa Pos Group), Minggu (11/8), rencana adanya jalur kereta api baru di Kabupaten Tuban ini mulanya dibahas dalam rapat Paripurna pada pertengahan Juli lalu.
Bahkan, rencana ini akan masuk dalam daftar Proyek Strategi Nasional (PSN) dan program Proriotas Pemkab Tuban 2025 mendatang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Endro Budi Sulistyo, mengungkapkan bahwa rencana dibukanya jalur KA di Tuban tidak akan memakai KA yang lama.
Pasalnya, jalur KA yang ada di Tuban sejatinya merupakan peninggalan pemerintahan Belanda yang berdiri sejak 1919, yang kemudian ditutup pada 2001.
Jalur KA Tuban yang berdiri selama 82 tahun itu, terbentang lintas provinsi antara Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui beberapa kota, antara lain atirogo (Kabupaten Tuban)—Lasem—Pamotan (Rembang, Jawa Tengah)—Bojonegoro.
Selain karena sudah terlampaui sepuh, KA Tuban yang lama tidak direkomendasikan karena daerah tersebut kini sudah banyak berdiri bangunan permanen, seperti dang Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) dan SMAN 1 Tuban.
Hangatnya pembahasan rencana jalur KA Tuban yang baru, tak ayal memancing banyak pendapat dari publik.
Banyak yang menduga, KA Tuban akan dibangun di samping Jalan Lingkar Selatan (JLS). Ada pula yang mengira, stasiun Tuban akan berada di Kecamatan Jenu lantaran memudahkan akses sejumlah PSN lain, termasuk Kilang Grass Root Refinery (KRR) Tuban.
Menanggapi hal tersebut, Endro mengaku belum berani membicarakan hal ini lebih detail. Menurutnya, program ini berada di bawah wewenang Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Masih belum ada yang tahu persis lokasi rel nantinya bakal di mana, tapi pemkab terus memetakan dan memilah yang terbaik,” imbuhnya.
Lebih lanjut, terlepas dari di mana KA Tuban yang baru akan dibangun, hal tersebut tentu akan memberi dampak bagi sektor perekonomian dan wisata.
Nantinya, KA Tuban yang baru akan melintasi Semarang - Demak - Kudus - Pati- Rembang -Tuban – Lamongan.
“Jika akses mobilisasi mudah, maka akan meningkatkan kunjungan masyarakat dari luar ke Tuban. Baik dari segi industri, pariwisata, atau lainnya,” kata Endro.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
