Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Mei 2018 | 19.42 WIB

AHY: Soal TKA, Saya geram!

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). - Image

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

JawaPos.com - Kehadiran tenaga kerja asing (TKA) di sejumlah daerah yang jumlah disinyalir terus bertambah menuai kritikan dari publik. Pasalnya keberadaan TKA itu diduga akan "merampas" peluang kerja anak bangsa.


Nada kritis pun juga diungkapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal itu disampaikannya saat memberikan materi kuliah umum di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, pada Jumat (4/5). Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute itu menyebut pemuda harus percaya diri dan mampu mengambil peran di negeri sendiri.


Menurut purnawiranan TNI AD itu, usia muda bukan sebuah ketidakmatangan. Usia muda hemat adalah sebuah kekuatan untuk melakukan perubahan positif. "Anak muda itu harus mencari kesempatan. Jangan menunggu, tapi memerjuangkannya. Anak muda harus berani memimpin. Sebab pemuda adalah kekuatan, keberanian, harapan, dan perubahan," katanya sebagaimana dilansir Kendari Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (5/5).


Suami Annisa Pohan itu meyakini Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dalam 20 tahun ke depan. Kekuatan itu disebut juga Indonesia Emas 2045. Kesempatan itu dapat diperoleh jika para pemuda mengambil peran penting dalam pembangunan.


Untuk mencapai semua itu, dia menyebut ada empat hal yang harus dilakukan Indonesia. Pertama, Indonesia harus aman dan damai. "Artinya tidak ada ancaman atau intervensi negara lain atau ancaman dalam negeri, tidak ada konflik dan pemberontakan. Soal TKA misalnya, itu membuat saya geram secara pribadi," ungkap pemilik pangkat mayor ketika karirnya di TNI AD itu.


Kedua, Indonesia harus adil dan sejahtera. Agar bisa maju dan mendunia. Ketiga, idealisme harus tertanam kuat di setiap jiwa manusia  Indonesia, apalagi pemuda. Keempat intelektual dan kepemimpinan. "Maka kita harus memulainya dengan Dream big, work hard and never give up, itu kuncinya, " tambahnya.


Lebih jauh putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono itu menyatakan, Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia. Ada banyak tantangan yang muncul dari kondisi itu. Kendati demikian Indonesia kelebihan, yakni memiliki jutaan pemuda.


"Generasi milenialnya harus kritis. Jangan mau hanya jadi pecundang di negeri sendiri. Kita harus jadi pemenang dengan memaksimalkan segala potensi yang kita punya," tandasnya penuh semangat.


Untuk diketahui kehadiran AHY di Kendari selain memenuhi undangan memberikan kuliah umum di IAIN Kendari, juga menjadi juru kampanye untuk sejumlah calon kepala daerah (cakada) yang tengah bertarung di Pilkada Serentak 2018 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pasangan cakada itu umumnya yang didukung dan diusung oleh Partai Demokrat.


Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Kendari Husain Insawan mengaku, kehadiran AHY di IAIN Kendari menjadi kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat kampus. "Ini kunjungan perdana dan dari sekian banyak kampus, IAIN Kendari yang dipilih untuk memberikan kuliah umum. Itu sangat luar biasa," katanya.


Pentingnya mahasiswa IAIN Kendari mendapatkan kuliah dari AHY, karena bapak satu anak itu selain putra presiden keenam SBY, dia juga adalah seorang dosen di Universitas Pertahanan, lulusan terbaik di Harvard. "Jadi kita sama-sama menyimak hal-hal yang disampaikan. Pemuda harus belajar banyak dari AHY. Salah satu pemuda terbaik bangsa ini," ungkapnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore