
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menerima kunker jajaran Pemprov dan Bank Banten di Ruang Bromo Kantor Utama Bank Jatim, Surabaya, Jumat (26/7). (Pemprov Jatim)
JawaPos.com–Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menerima kunjungan kerja (Kunker) jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Bank Banten. Rombongan dipimpin Pj Gubernur Banten Dr Al Muktabar di Ruang Bromo Kantor Utama Bank Jatim, Surabaya, Jumat (26/7).
Kedua belah pihak membahas tindak lanjut rencana Kelompok Usaha Bersama (KUB) serta dukungan sinergitas bisnis antara dua bank pembangunan daerah (BPD) yakni Bank Jatim dan Bank Banten.
”Kehadiran Pak Pj Gubernur Banten ini sebagai bentuk keseriusan, setelah sejak dari awal kita lakukan MoU di Hotel Borobudur. Di sini juga kita tahu bahwa Banten akan melakukan ekspansi yang bahkan jauh melewati Jabar dan DKI (Jakarta),” ujar Adhy.
Pj Gubernur Adhy menyatakan, kerja sama itu bukan semata-mata memenuhi POJK Nomor 12. Tetapi juga sebagai upaya bersama untuk memajukan ekonomi kedua wilayah, termasuk Indonesia.
”POJK ini bukanlah tujuan utama kita, saya ingin lebih dari itu. Bahwa rencana KUB kita ini bisa lebih bermanfaat. Tentunya kami optimistis kerja sama ini akan saling menguntungkan,” ungkap Adhy.
Saat ini, kata Adhy, Bank Jatim telah melakukan KUB dengan BPD lain yaitu Bank Lampung dan Bank Syariah NTB. Total aset yang dimiliki Bank Jatim secara stand alone pada 2024 diproyeksikan sebesar Rp 105,96 triliun. Dengan KUB, total aset tersebut diproyeksikan bisa meningkat mencapai Rp 132,23 triliun.
”Bank Jatim memiliki visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia. Waktu itu, visi tersebut adalah mimpi karena tidak mungkin mengalahkan BJB yang waktu itu asetnya sudah mencapai Rp 160 triliun, sedangkan kami masih di Rp 107 triliun,” papar Adhy.
”Tetapi nyatanya ada jalan. Setelah selesai dengan Bank Syariah NTB kemudian sebentar lagi Pak Sekda Lampung ingin mempercepat perjanjian maka akan mencapai Rp 160 triliun lebih. Kemudian ditambah dengan Bank Banten yang mencapai Rp7 triliun,” imbuh dia.
Pj Gubernur Adhy meyakinkan agar kedua BPD bisa saling membangun trust. Kemudian khusus untuk Bank Jatim, diharapkan bisa ekstra dalam membawa Bank Banten tidak hanya menuju modal inti Rp 3 triliun tapi juga membawa paket-paket produknya agar bisa masuk dan diaplikasikan.
”Kami harap juga jika Bank Jatim dan Banten bersatu, banyak potensi yang bisa kita gaet. Harapannya akan terjadi perubahan signifikan pertama terkait aset, menajemen, kemudian peningkatan kapasitas, akuntabilitas dan pada akhirnya pendapatan dari laba maupun laba yang dibukukan untuk PAD,” tandas Adhy.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten Dr Al Muktabar menyampaikan, kerja sama yang dilakukan antara Jatim dan Banten juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang bertujuan tidak ada bank gagal di Indonesia.
”Tujuannya adalah bagaimana bank daerah bisa terus survive,” kata Al Muktabar.
BPD penting untuk menjaga likuiditas di daerah serta adanya nilai tambah dan nilai profit. Sehingga penting untuk melakukan KUB menjaga kondisi yang harus dikuatkan.
”Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan Pemprov Jatim. Semoga KUB antara Bank Banten dan Bank Jatim ini bisa membawa keberkahan tidak hanya bagi BPD masing-masing tapi juga bagi masyarakat kedua wilayah,” ujar Al Muktabar.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
