Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juli 2024 | 02.01 WIB

BMKG Sebut Suhu Lebih Dingin di Bandung Raya karena Memasuki Musim Kemarau

Ilustrasi suhu dingin mencapai 17 derajat Celsius di Bandung Raya, Senin (15/7). (Rubby Jovan/Antara) - Image

Ilustrasi suhu dingin mencapai 17 derajat Celsius di Bandung Raya, Senin (15/7). (Rubby Jovan/Antara)

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung menyebut perubahan suhu yang lebih dingin di wilayah Bandung Raya disebabkan faktor peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Staf Data dan Informasi BMKG Bandung Yuni Yulianti menerangkan, berdasar catatan, dalam lima hari terakhir suhu minimum di Bandung Raya menyentuh 16 derajat Celsius yang berada di bawah kondisi normal.

”Hal ini disebabkan karena saat ini secara musim kita sudah memasuki musim kemarau, di mana berpeluang terjadi perubahan suhu ekstrem pada malam hingga pagi hari,” kata Yuni seperti dilansir dari Antara di Bandung, Senin (15/7).

Yuni menjelaskan, fenomena itu terjadi karena tutupan awan yang sudah mulai berkurang pada siang hari. Sehingga, panas matahari yang terpancar ke bumi akan secara maksimal dilepaskan pada siang hari. Karena berkurangnya tutupan awan, pada malam hingga dini hari radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan.

”Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal,” tutur Yuni Yulianti.

Lebih lanjut, Yuni mengungkapkan, penyebab tambahan mengapa suhu udara menjadi dingin karena terjadinya musim dingin di wilayah Australia. Terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau lebih dikenal dengan angin monsun Australia.

”Angin monsun Australia ini membawa udara yang dingin dan kering yang berada di wilayah Australia ke wilayah Indonesia,” tutur Yuni Yulianti.

Dia menyebut, fenomena suhu dingin itu secara empiris akan berlangsung hingga Agustus 2024. Masyarakat diharapkan untuk tidak panik melihat perubahan suhu dingin ini karena suatu fenomena yang wajar terjadi saat musim kemarau.

”Masyarakat tidak perlu panik, kemudian juga tetap menjaga kesehatan karena peralihan suhu dari pagi hari yang dingin dan hindari aktivitas di luar ruangan pada malam hari,” kata Yuni.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore