Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 April 2023 | 17.09 WIB

KPPU Sebut Nyaris Tak Ada Lagi Peternak Ayam Mandiri di Sumut

Ilustrasi peternakan ayam di Sumatera Utara. - Image

Ilustrasi peternakan ayam di Sumatera Utara.

JawaPos.com–Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I Medan menyebutkan, hingga saat ini, nyaris tidak ada lagi peternak ayam mandiri di Sumatera Utara.

”Untuk peternak mandiri, hampir 100 persen hilang dari Sumut. Kami hampir tidak menemukan lagi peternak mandiri di sini,” ujar Kepala KPPU Kanwil I Medan Ridho Pamungkas seperti dilansir dari Antara

Menurut Ridho, salah satu yang membuat profesi peternak ayam mandiri itu tidak lagi diminati adalah tidak ada jaminan untuk mereka. Peternak tersebut tidak memiliki jaminan akan adanya pembeli dan harga.

”Kalau tidak ada jaminan, hilang juga,” tutur Ridho.

Oleh karena itu, sebagai solusi, KPPU meminta pemerintah daerah agar peternak mandiri dapat bermitra dengan hotel, restoran, atau kafe. Sehingga, mereka memiliki kepastian soal pasar dan pembeli.

Saat ini, lanjut Ridho, keberadaan peternak ayam mandiri yang nyaris habis digantikan peternak mitra. Peternak ayam itu merupakan mitra dari perusahaan besar.

”Perusahaan memberikan peternak itu jaminan pembeli, pasokan, dan harga,” terang Ridho Pamungkas.

Akan tetapi, dia menambahkan, peternak mitra bukan tanpa masalah. Kini, KPPU melihat adanya kecenderungan peternak mitra menggunakan metode kandang tertutup (close house) yang lebih produktif dibandingkan kandang terbuka (open house).

Nah, kandang tertutup itu berbiaya mahal, dengan modal bisa mencapai Rp 1,4 miliar. Tidak semua peternak mitra dapat memenuhi hal ini.

”Kami mengkhawatirkan hilangnya peternak-peternak mitra kecil jika semua beralih ke close house. Okelah close house itu meningkatkan produktivitas, tapi kalau kita bicara kesejahteraan? Ada peluang UMKM mati,” tutur Ridho.

Dia mengingatkan, ketiadaan peternak ayam mandiri dan peluang lenyapnya peternak mitra kecil mengurangi jumlah pemain di sektor peternakan ayam. Dengan demikian, peternakan ayam hanya dikuasai pemain-pemain besar dan ini berbahaya.

”Kalau jumlah pemainnya sedikit, mereka bisa mengatur harga dan itu berpotensi kartel,” ujar Ridho.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore