Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juni 2024 | 18.59 WIB

Anak Pramono Anung, Hanindhito Himawan Pramana, Berpotensi Pertahankan Kursi Bupati Kediri Lagi, Kok Bisa?

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. - Image

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

JawaPos.com–Mayoritas masyarakat menginginkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali memimpin periode selanjutnya. Hal itu dipengaruhi kinerja yang dinilai memuaskan selama 3 tahun terakhir.

Lima bulan menjelang Pilkada 2024, namanya terus menguat dan menjadi perhatian masyarakat. Banyak faktor yang memengaruhi pandangan masyarakat terhadap bupati muda berusia 31 tersebut. Seperti kedekatan kepada masyarakat hingga keberhasilan merealisasikan berbagai program yang dicanangkan.

Hal itu berdasar hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) periode 5 - 12 Juni. Survei mengungkapkan, 84 persen masyarakat Kediri menginginkan Dhito untuk kembali menjadi bupati periode selanjutnya.

”Pemilih pada umumnya juga masih menginginkan Hanindhito kembali menjadi Bupati Kediri,” terang Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani melalui daring.

Dengan capaian tersebut bisa memantapkan langkah politik Dhito untuk kembali memenangkan kontestasi pilkada. Kecenderungan masyarakat akan memilih bupati yang telah membawa dampak besar bagi wilayahnya.

Selain dari survei, SMRC juga menemukan tingkat kepuasan yang tinggi kepada Dhito. Survei SMRC mengungkapkan, kepuasan publik terhadap orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut sebesar 87 persen. Hanya 11 persen menyatakan kurang atau tidak puas, sisanya mengaku belum atau tidak memberikan pendapat.

”Hanindhito jauh unggul atas calon-calon lain di antaranya karena kinerjanya sebagai bupati dinilai memuaskan oleh pemilih pada umumnya sebesar 87 persen,” terang Deni.

Selain Dhito, nama Deny Widyanarko akhir-akhir ini mulai muncul sebagai bakal calon bupati. Untuk melawan bupati petahana, Owner Tajimas Groub tersebut harus memiliki program dan arah politik yang jelas.

Salah satu pengamat politik sekaligus dosen prodi ilmu politik FISIP Universitas Brawijaya Johan Wahyudi berpendapat, setiap kontestan pilkada memiliki peluang. Namun begitu, syarat untuk mampu mengimbangi petahana adalah dengan membawa narasi perubahan yang terarah.

”Arah perubahan harus jelas untuk melawan petahana,” kata Johan Wahyudi.

Sebagai informasi, Survei yang dilakukan SMRC menggunakan metode multistage random sampling terhadap masyarakat Kabupaten Kediri di atas 17 tahun. Sedangkan survei tersebut menyasar pada 1210 responden dengan margin of error 2,9 persen.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore