
Ramadan Berkah di Rumah PAN, Jalan Darmokali, Surabaya.
JawaPos.com–Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur siap memberikan kader-kader terbaiknya untuk berjuang merebut kursi parlemen melalui Partai Amanat Nasional.
Komitmen itu untuk menyambut semangat bekerja sama dalam kebaikan dan takwa yang disampaikan DPW PAN Jawa Timur. Hal itu sekaligus mengikuti jejak keberhasilan Jihad Politik Muhammadiyah dalam mengantarkan Prof Zainudin Maliki menjadi anggota DPR RI.
Kesediaan Muhammadiyah tersebut disampaikan Sekretaris PWM Jawa Timur Prof. Dr. Biyanto saat memberikan sambutan pada acara Ramadan Berkah di Rumah PAN, Jalan Darmokali, Surabaya.
Biyanto menyebut hubungan mutualisme antara Muhammadiyah dan PAN yang sudah terjalin lama. Muhammadiyah di jalur kemasyarakatan dan keislaman sedangkan PAN melalui jalur politik.
Menurut dia, keduanya bisa saling bersinergi karena politik merupakan salah satu instrumen penting dalam berdakwah. Hal penting dalam berkolaborasi, yaitu sama-sama dalam semangat wa ta’awanu ‘alal birri wattaqwa (tolong menolong dalam mengerjakan kebajikan dan takwa).
”Muhammadiyah dan PAN sama-sama memperjuangkan ketakwaan dan memperjuangkan kebaikan. Itulah kemitraan yang sangat penting bagi kami,” ujar Prof Biyanto.
Dengan mengutip Alquran Surat Yusuf ayat 67, guru besar UINSA itu mengatakan, kolaborasi bisa dilakukan melalui banyak pintu. Bisa pintu politik, pintu ormas, pintu ekonomi, dan lain-lain sebagai bagian dari diaspora.
”Kami menyambut baik tawaran Ketua DPW PAN Jatim, Mas Habib Ahmad Rizki Sadig, jika ada kader-kader Muhammadiyah-Aisyiyah yang punya talenta berpolitik, kita dorong, kami siap tetapkan jihad politik tahap 2,” tegas Biyanto.
Namun Prof Biyanto mengeluhkan biaya tinggi dalam perjuangan di bidang politik. Tidak cukup dengan modal integritas dan kapasitas, tapi juga modal finansial yang sangat besar.
”Saya sependapat dengan Prof Mu'ti (Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti) yang bilang, jika ingin sukses di politik butuh modal integritas, kapasitas dan isi tas. Kalo tidak punya itu akan berat,” kata Prof Biyanto.
Mendengar keluhan soal biaya tinggi yang disampaikan Profesor Biyanto itu, PAN langsung merespons. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang juga hadir dalam acara tersebut, mengaku siap menanggung seluruh biaya pencalegan kader-kader potensial PWM Jawa Timur.
”Saya siap back up modal 100 persen pencalegan kader terbaik Muhammadiyah, asalkan dia potensial dan berani bertarung all out,” tegas Zulkifli Hasan, tokoh nasional yang akrab dipanggil Zulhas tersebut.
Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadig menegaskan tentang ikatan sejarah antara PAN dan Muhammadiyah. PAN lahir dari rahim Muhammadiyah melalui sidang tanwir di Semarang, merupakan proses yang tidak bisa dihapus.
”Maka dengan segala kerendahan hati kami memohon kader-kader terbaik Muhammadiyah yang punya minat dan passion di dalam dunia politik, bisa diwakafkan, bisa dijadikan aset sarana amal usaha politik Muhammadiyah melalui PAN,” ucap Rizki Sadig.
Rizki lantas menyebut nama-nama kader Muhammadiyah yang sukses menjadi wakil rakyat DPR melalui PAN. Seperti Zainuddin Maliki, Saleh Daulay, dan Ali Taher Parasong (alm). Mereka berperan maksimal di kancah politik dan menjadi ujung tombak PAN di DPR.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
