
Ilustrasi: Seorang jukir tengah membantu pengendara. (Radar Jember)
JawaPos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember Jawa Timur terus mengupayakan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor retribusi parkir.
Upaya ini dilakukan setelah dikeluarkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang disahkan pada bulan Oktober 2023 lalu.
Sayangnya, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Jember tersebut tidak semulus yang diharapkan sebelumnya. Padahal, rencana ini sudah diatur sedemikian rupa.
Dilansir dari Radar Jember JawaPos Grup, Kamis (30/5), upaya yang diperkuat dengan perda ini belum bisa berjalan optimal lantaran kebocoran retribusi yang sulit dibendung di level bawah.
Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono mengatakan, skema tarif yang diterapkan pada regulasi yang baru dianggap terlalu tinggi. Menurutnya, hal itu dirasa terlalu memberatkan bagi masyarakat.
"Contohnya, parkir sepeda (motor, Red) itu yang dulunya Rp 1.000, menjadi Rp 2.000. Mobil yang dulunya Rp 2.000 menjadi Rp 4.000. Target retribusi itu terlalu tinggi. Masyarakat merasa keberatan itu," jelasnya.
Lebih jauh, Budi pun tidak menyangkal bahwa rendahnya target realisasi PAD dari sektor retribusi parkir ini dipengaruhi oleh adanya kebocoran di bawah.
Menurutnya, model pengawasan kepada juru parkir (jukir) dan pengawas jukir yang bertugas menghimpun dana retribusi di bawah dinilai sulit untuk diawasi.
Akibatnya, kemungkinan retribusi bocor tak terhindarkan. "Kebocoran itu terutama yang di bawah. Kalau yang dibawah sudah bocor, sampai ke atas itu pasti kecil setorannya," katanya.
Kondisi tersebut pada akhirnya membuat target PAD pemkab yang seharusnya tinggi justru malah rendah.
Untuk mengatasinya, ia menyarankan agar pemerintah daerah memperketat sistem pengawasan di bawah dan menambah personel jukir yang memadai.
"Setoran dari pihak jukir terutama. Lalu, pada pengawas jukir. Dia juga ikut menarik retribusi, ya, sudah. Setoran tidak maksimal, akhirnya sampai atas kecil. Jadi, ya, sulit untuk mencapai target PAD itu," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
